Ekonomi dan Bisnis
Berkaca pada Bandung, UMKM Kuliner Balikpapan Perlu Jual Produk di Luar Daerah
Warna-warna cerah dengan ragam icon yang menggambarkan varian rasa produk tersebut elok dipandang mata.
Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - UMKM Soes Crispy Balikpapan hadir dengan kemasan menarik.
Warna-warna cerah dengan ragam icon yang menggambarkan varian rasa produk tersebut elok dipandang mata.
Terlebih, terdapat pula unsur yang berkaitan dengan kota asal produk ini, Balikpapan. Membuat kemasan Soes Crispy tersebut jadi ikonik saat dilihat.
Pemilik UMKM Soes Crispy, Nany Ahmad mengatakan, pihaknya menghadirkan 2 kemasan untuk diperjualbelikan sesuai dengan target pasarnya.
Baca juga: Kisah Pedagang Oleh-oleh ala Balikpapan, Berjuang Bangun UMKM hingga Tonjolkan Nilai Lokal
Berupa kemasan bergambar yang telah dijelaskan sebelumnya di klaim sebagai kemasan premium.
Serta kemasan plastik bening dengan stiker yang khusus rasa original keju dan kornet.
"Tapi paling cepat terjual kemasan bening berstiker," ujarnya, Minggu (18/6/2023).
Menanggapi hal ini, Pemerhati UMKM di Kota Balikpapan, Okki Noviansyah mengapresiasi ide kemasan tersebut. Menurutnya, desain kemasan ini sangat menarik dilihat.
Baca juga: Pemilik UMKM Soes Crispy Balikpapan Beberkan Sosok di Balik Kemasan Menariknya
"Desainya eye cathing sekali. Ini keren. Apalagi ada ciri khas Borneo nya. Juga tentang produknya," terangnya.
Pasarkan di Luar Daerah
Selain itu, ia juga menambahkan, konsep usaha tersebut juga unik.
Tidak hanya dijadikan sebagai oleh-oleh, melainkan cemilan yang dapat dinikmati kapanpun dan dimanapun.
Hal ini dapat dilihat dari pihak UMKM tersebut yang menghadirkan soes Crispy dengan dua kemasan berbeda.
"Ini keren idenya. Karena ini bukan diposisikan sebagai oleh-oleh. Tapi cemilan.
Juga dengan packaging yang berbeda dengan target pasar yang berbeda," ungkap Okky.
Lebih lanjut, ia menyarankan, produk-produk UMKM di Kota Balikpapan seharusnya dijual di luar daerah. Demi mendapatkan pasar yang luas.
Seperti a little Bandung ada 3 cabang. Pusat UMKM, tapi buka di Bandung. Makassar, Bali dan Seoul Korea Selatan.
"Makanya, saran saya, jual produk jangan hanya ditempatnya," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/2023062023_UMKM-Balikpapan-Nany-Ahmad.jpg)