Senin, 18 Mei 2026

Video Viral

Menag Mohon Doa, Nasib Jamaah Haji Harus Jalan Kaki Hingga 14 Km di Suhu 45 Derajat

Menag mohon doa, nasib jamaah haji harus jalan kaki hingga 14 km di suhu 45 derajat celcius

Tayang:
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur

TRIBUNKALTIM.CO - Amirul Hajj Indonesia Yaqut Cholil Qoumas (48) memohon doa keselamatan pada jemaah juga petugas haji saat puncak ibadah haji bisa dilalui, mengingat di Arab suhunya cukup panas.

"Mohon doakan jemaah dan petugas haji kita. Semoga puncak musim haji ini jadi musim panas yang hangat," ucap Yahya Cholil Qoumas ini saat menutup sesi wawancara dengan puluhan jurnalis MCH di kantor misi haji Indonesia daerah kerja (daker) Mekkah, Arab Saudi, Senin (19/7/2023) malam lalu.

Dilansir dari Tribunnews.com, Menteri Agama itu mengingatkan ada sekitar 69 ribu (30 persen) dari 229 ribu total jemaah haji Indonesia, masuk kategori lanjut usia (lansia), 65 tahun ke atas.

Kurang dari sepekan, tepatnya Rabu (27/6/2023), seluruh jemaah haji termasuuk Indonesia bersama 4 ribu petugas haji (kemenag dan kemenkes) akan menunaikan empat rangkaian puncak ibadah haji; wuquf di Arafah, mabit di Mina dan Musdalifah, serta melempar di jamarat.

Dari simulasi operasi hari masyaiir, Selasa (20/6/2023) kemarin, jemaah calon haji Indonesia akan berjalan kaki sejaug 3 hingga 6,9 km, dari tenda maktab Mina ke Jamarat, tiga tugu batu pelemparan.

Tiga hingga 6,9 km itu baru rute pergi dari jarak terdekat (3 km) dan terjauh 6,9 km.

Jika diakumulasi dengan rute pulang, maka total jarak tempuh bisa mencapai 6 hingga 14 km.

Ketika momen puncak ibadah haji selama hari dua malam itu terselenggara, suhu udara harian Jazirah Arab diatas rata-rata.

Al Anwa, situs iklim resmi meteorologi Arab Saudi (NCM), memprediksi suhu rerata harian periode itu mencapai 43 hingga 46 dan terendah 32 derajat celcius.

Bahkan, AccuWeather dan The WeatherChannel, dua situs cuaca global, memprediksi Real Feel (yang dirasakan) periodik akhir Juni ini, antara 48 hingga 51 derajat celcius.

Temperatur ini relatif terik dan menyilaukan dengan UV indeks rerata 12.

Suhu ini juga menggerahkan karena kelembapan rerata dibawah 20 persen.

Ini suhu puncak selama musim panas Juni-Juli di Arab, dengan rekam jejak suhu setara di dua tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Perlindungan Jamaah (linjam) PPIH Arab Saudi, Harun Al Rasyid, sejatinya prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina akan selesai dalam hitungan jam.

Namun, karena kepadatan arus di jalur jamarat, dan bersamaan 2,8 juta jamaah dari 80-an negara, prosesinya lebih banyak habis di jalan.

Dari hasil simulasi dan orientasi petugas PPIH dari Madinah dan Bandara, kemarin, juga terungkap di rute jalan kaki dari tenda di Mina ke Jamarat masih menjadi titik paling rawan bagi jemaah haji.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved