Selasa, 28 April 2026

Berita Nasional Terkini

Daftar Kontroversi Ponpes Al Zaytun yang Hari Ini Kembali Didemo, Tuntut Panji Gumilang Ditangkap

Kontroversi Ponpes Al Zaytun yang hari ini kembali didemo. Massa tuntut Panji Gumilang, Pimpinan Ponpes Al Zaytun ditangkap.

Editor: Amalia Husnul A
Istimewa via Tribunnews-Tribun Jabar/Handika Rahman
Kiri: Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang. Kanan: Aksi dorong terjadi antara massa pedemo dengan polisi dalam aksi unras Ponpes Al-Zaytun, Indramayu, Kamis (15/6/2023). Kontroversi Ponpes Al Zaytun yang hari ini , Kamis (22/6/2023) kembali didemo. Massa tuntut Panji Gumilang, Pimpinan Ponpes Al Zaytun ditangkap. 

TRIBUNKALTIM.CO - Berikut daftar kontroversi Ponpes Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat yang hari ini, Kamis (22/6/2023) kembali didemo.

Kali ini demo digelar Forum Solidaritas Dharma Ayu yang menuntut agar Panji Gumilang, Pimpinan Ponpes Al Zaytun ditangkap. 

Aksi demo Ponpes Al Zaytun ini digelar mulai pukul 10.00 WIB, polisi menyiapkan 1.200 personel untuk pengamanan. 

Forum Solidaritas Dharma Ayu dalam surat pemberitahuan aksi yang dikirimkan ke Polres Indramayu menyebutkan aksi mereka lakukan sebagai panggilan hati.

Menurut Forum Solidaritas Dharma Ayu apa yang dilakukan pemimpin Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang, secara tak langsung menantang masyarakat Indramayu dan muslimin secara keseluruhan.

Pernyataan Panji Gumilang yang menyebut Alquran hanya karangan Nabi Muhammad SAW dan bukan kalam ilahi, menurut Forum Solidaritas Dharma Ayu, sudah merupakan suatu penistaan terhadap Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Itu sebabnya, selain menuntut penutupan Ponpes Al-Zaytun, mereka juga menuntut Panji Gumilang untuk segera diproses hukum.

"Tangkap Panji Gumilang dan musnahkan Ponpes Al-Zaytun," tulis Forum Solidaritas Dharma Ayu dalam surat pemberitahuannya ke Polres Indramayu seperti dikutip TribunKaltim.co dari Tribunnews.com di artikel berjudul Hari Ini Forum Solidaritas Dharma Ayu Demo Ponpes Al Zaytun Indramayu: Tangkap Panji Gumilang.

Tak hanya menuntut pembubaran Ponpes Al-Zaytun dan penangkapan Panji Gumilang, Forum Solidaritas Dharma Ayu juga menuntut pengusutan atas lahan negara yang selama ini dikuasai Ponpes Al-Zaytun.

 "Ungkap sumber dana Ponpes Al-Zaytun," tulis mereka.

Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregar, mengatakan sudah melakukan sejumlah persiapan untuk mengamankan aksi ini.

"Persiapan kita sama seperti unjuk rasa kemarin.

Baca juga: Profil Panji Gumilang, Pimpinan Ponpes Al Zaytun yang tengah Jadi Kontroversi, Pernah Masuk Penjara

Begitu pula cara bertindak, dan pola pengamanannya, juga sama," ujarnya saat diminta keterangannya terkait aksi yang akan dilakukan Forum Solidaritas Dharma Ayu.

Ia mengatakan, bakal ada sekitar 1.200 personel polisi yang akan diterjunkan untuk mengamankan aksi.

Jika dibutuhkan, Polres Indramayu juga akan meminta bantuan dari Polda Jabar dan juga polres-polres penyangga di sekitar wilayah Kabupaten Indramayu.

"Tapi masih kita update ya dan apakah nanti ada bantuan dari Polda sekian banyak atau dari polres penyangga sekian banyak, kita masih lihat situasi dahulu," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, polisi akan melakukan pengalihan arus sementara lalu lintas di sekitar Ponpes Al-Zaytun.

Kapolres meminta para pengunjuk rasa bisa menyampaikan pendapat mereka di muka umum secara tertib.

"Kepada masyarakat kami juga imbau untuk tetap menjaga kondusifitas daerah," ujarnya.

Kontroversi Ponpes Al Zaytun

Ujaran dan ucapan Panji Gumilang, Pemimpin Ponpes Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, ternyata kerap menyimpang dan berbuah kontroversial.

Hal ini diungkapkan pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan.

Dikutip TribunKaltim.co dari TribunJabar.id di artikel berjudul Inilah Catatan Kontoroversi Panji Gumilang, Punya Cara Haji Sendiri Hingga Memeras Harta Jamaah, Ken Setiawan mengatakan Panji Gumilang sangat berkaitan erat dengan organisasi terlarang Negara Islam Indonesia (NII).

Ken bahkan membeberkan bahwa visi misi NII mendirikan negara islam, yakni melanjutkan perjuangan DI TII Kartosuwiryo.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Minta Ponpes Al Zaytun Diusut Soal Dugaan Aliran Sesat, Utus Mahfud MD dan Menag

"Itu ada 9 Komandemen Wilayah (KW)," ujar Ken kepada Tribuncirebon.com seusai kegiatan Silaturahmi Kebangsaan di Ponpes Hidayatuttholibiin di Desa Karanganyar, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Minggu (18/6/2023).

Ken menjelaskan, KW 1 ada di Priangan Utara, KW 2 Jateng, KW 3 Jatim, KW 4 Makassar, KW 5 Kalimantan.

Kemudian KW 6 Aceh, KW 7 Jabar priangan selatan, KW 8 Lampung, dan KW 9 Jakarta Raya.

"KW 9 Paling eksis karena korbannya anak muda. Ada juga yang jadi pelaku terorisme, JAD, JAT. KW 9 ini di Jakarta," ujar dia.

Menurut Ken Setiawan, Panji Gumilang sangat dekat dengan tokoh NII karena ia dianggap cerdas.

"Makanya dia ada juga lembaga kerasulan, siasat perang.

Covernya perdamaian dan toleransi biar ngak ketahuan. Kelihatan pro pemerintah padahal aslinya tidak," ujarnya.

Apalagi di balik kemegahan Ponpes Al Zaytun sendiri, kata Ken, memiliki tujuan gerakan bawah tanah untuk mendirikan negara Islam dengan modus memanfaatkan isu agama sebagai tamengnya.

"Orang yang mau belajar dimanfaatkan Panji Gumilang, UUD, ujung-ujungnya duit. Boleh mencuri, merampok, menghalalkan segala cara.

Novel 'Tuhan Ijinkan Aku Jadi pelacur' itu NII. Jadi merampok orang kafir itu nggak apa kata mereka," ujar dia.

"Jadi mereka cari uang. Mereka zakatnya bukan beras tapi uang.

Memberi harta itu boleh, karena nanti kalau NII dan Al Zaytun menang nanti dikembalikan," lanjut Ken Setiawan.

Baca juga: Ponpes Al Zaytun Lakukan Praktek Pemerasan Harta Jamaah, Ada yang Jual Diri hingga Depresi

Di samping itu, menurut Ken Setiawan, Ponpes Al Zaytun melakukan menyelewengkan rukun Islam dan mengkafirkan orang di luar negara islam.

Dia juga menyebutkan bahwa Pengikut Pondok Pesantren Al Zaytun itu ada haji sendiri.

Tiap 1 Muharam seluruh jemaah yang ada di Indonesia yang bergabung dalam kelompok NII itu berkumpul di sana.

Mereka melakukan thawaf bukan keliling Kabah, tapi keliling Al Zaytun, 1200 Ha pakai mobil.

"Melempar jumroh bukan pakai batu tapi pakai sak semen, semakin besar semakin soleh.

Mereka juga mengatakan Al Quran ini bukan dari Allah melainkan perkataan nabi Muhammad, berarti ini kan menodakan agama," ujarnya.

Ken Setiawan menilai, apa yang dilakukan Ponpes Al Zaytun membuat jelek nama pesantren.

Ia juga berharap, pemerintah bisa turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"MUI agar segera mengeluarkan fatwa dan Kemenag dengan bukti-bukti yang ada agar menindak Al Zaytun," ujar dia. 

Sikap Pemprov Jabar

Ditemui saat melakukan kunjungan kerja di Islamic Center Indramayu, kemarin, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, meminta masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya polemik soal Ponpes Al-Zaytun kepada Pemprov Jabar.

Gubernur, jamin Uu, akan bijaksana dalam mengambil keputusan akhir.

"Jangan main hakim sendiri," ujarnya.

Uu mengatakan, Pemprov Jabar sudah memiliki kisi-kisi tindakan yang nantinya akan dilakukan terhadap Ponpes Ponpes Al-Zaytun, mengacu pada rekomendasi dari para kiai se-Jawa Barat, Senin lalu.

"Kalau hasilnya A begini tindak lanjutnya, kalau hasilnya B begini tindak lanjutnya," ujarnya.

Sementara ini, kata Uu, tim yang dibentuk Pemprov Jabar masih melakukan investigasi secara mendalam soal Ponpes Ponpes Al Zaytun.

Hasilnya akan diumumkan langsung oleh Gubernur.

Ia berharap tim investigasi ini bisa bergerak cepat mengumpulkan fakta-fakta soal Ponpes Ponpes Al-Zaytun sehingga polemik ini tak berlarut-larut.

"Kalau dibiarkan berlarut-larut takut terlalu melebar," ujarnya.

Pekan lalu, ratusan orang yang tergabung dalam Forum Indramayu Menggugat (FIM) juga berunjuk rasa di depan Ponpes Al Zaytun menuntut agar pondok tersebut segera ditutup.

Saat itu, bentrok nyaris saja terjadi karena Ponpes Al Zaytun ternyata juga sudah menyiapkan massa yang jauh lebih banyak di dalam gerbang Ponpes Al Zaytun.

Beruntung polisi yang siaga segera mengamankan keadaan sehingga bentrok tak sampai terjadi.

Baca juga: Potensi Penyebaran Mantan Santri Ponpes Al Zaytun di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan PWNU Kaltim

 (handhika rahman/nazmi abdurrahman/Tribun Jabar)

Update Berita Nasional Terkini

Berita Ponpes Al Zaytun

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved