Bulan Bung Karno 2023
Megawati Kenalkan Triawan Munaf Sebagai Pembuat Logo 'Banteng Moncong Putih', Singgung Soal Intel
Triawan Munaf yang juga mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif itu adalah pembuat logo PDIP, yakni banteng moncong putih.
Selengkapnya ada dalam artikel ini.
Baca juga: Terungkap Alasan PDIP tak Undang Demokrat di Puncak Bulan Bung Karno, Usai Puan - AHY Tampil Mesra
Mengingat pidato Presiden Soekarno (Bung Karno) yang membuat gempar dunia dalam Sidang Majelis Umum PBB pada 30 September 1960.
Soekarno menyampaikan pidatonya yang berjudul 'To Build the World A New (Membangun Dunia Kembali).
Dalam pidatonya yang 'berapi-api' tersebut, Presiden Soekarno mengatakan;
"semua masalah besar di dunia kita ini saling berkaitan. Kolonialisme berkaitan dengan keamanan; keamanan juga berkaitan dengan masalah perdamaian dan pelucutan senjata; sementara pelucutan senjata berkaitan pula dengan kemajuan perdamaian di negara-negara belum berkembang."
Presiden Soekarno dalam kesempatan itu juga mengajak negara-negara anggota PBB untuk turut serta dalam memperjuangkan nasib negara-negara di Asia-Afrika. Pasalnya, PBB didirikan sebelum bangsa-bangsa Asia, Afrika, dan Amerika Latin belum banyak yang merdeka.
Sementara pasca perang dunia kedua, telah banyak negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang baru merdeka.
Ia pun tak gentar menyorti struktur kekuasaan PBB masih dipegang oleh negara besar bagian barat seperti Amerika dan Inggris.
Lalu untuk pembebasan negara baru, pembentukan PBB harus segera diubah.
Baca juga: Silsilah Ganjar Pranowo, Capres PDIP di Pilpres 2024 Punya Garis Keturunan Sunan Kalijaga
Soekarno mengingatkan bahwa karena imprealisme negara-negara di Asia dan Afrika menderita dan terjajah. Sudah waktunya imprealisme hancur dan digantikan dengan nasionalisme.
Tentu apa yang diutarakan Soekarno dalam Sidang Umum PBB ini mencengangkan semua kalangan.
Sebagai seorang pemimpin negara muda, Soekarno dengan lantang mengkritik negara-negara yang telah mapan.
Soekarno tidak pandang bulu terhadap negara manapun.
Ia melucuti kolonialisme di negara imprealis.
Tidak gentar sedikitpun terhadap kekuatan yang lebih dulu mapan dan kuat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Momen-HUT-ke-50-PDIP-Megawati-Ungkap-Kisah-Lama-dari-Julukan-Ratu-Preman-hingga-Semut-Merah.jpg)