Video Viral
Perang Rusia vs Ukraina Makin Panas, Zelensky Ungkap Nyawa Putin Lebih Terancam
Perang Rusia vs Ukraina makin panas, Volodymyr Zelensky ungkap nyawa Vladimir Putin lebih terancam
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur
TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memberikan komentar tentang ancaman terhadap keselamatannya.
Dilansir dari Tribunnews.com, Zelensky yakin, risiko keselamatan nyawa Presiden Rusia Vladimir Putin justru lebih berbahaya daripada dirinya.
"Saya (bersama anggota rombongannya) telah terbiasa hidup di bawah ancaman," kata Zelensky kepada media Spanyol, El Pais, saat wawancara pada Jumat (30/6/2023) yang terbit pada Sabtu (1/7/2023).
Ia lebih mengkhawatirkan nyawa prajurit Ukraina yang berada di medan perang, di mana risiko kematian muncul setiap detik.
Untuk pertama kalinya, ia juga menyinggung risiko yang dihadapi Vladimir Putin, terutama setelah kegagalan pemberontakan oleh Wagner pada Sabtu (24/6/2023).
"Hanya Rusia yang ingin membunuh saya, tapi semua orang ingin membunuh Putin," katanya.
Zelensky juga berbicara tentang kekhawatirannya soal Perang Dunia III jika Rusia menang.
"Jika Ukraina tidak melawan dan Rusia bergerak maju menuju Polandia atau negara-negara Baltik, itu berarti Perang Dunia III," lanjutnya.
Menurutnya, Ukraina bergabung dengan NATO adalah pilihan terbaik.
Zelensky berpendapat, hal itu dapat menunjukkan kepada Rusia, Ukraina tidak takut terhadap agresor manapun.
Volordymyr Zelensky berharap Ukraina diundang di KTT NATO di Vilnius pada Juli 2023 ini.
Ia mengandalkan dukungan Spanyol, yang memegang Kepresidenan Dewan Uni Eropa saat ini, untuk mengundang Ukraina di KTT NATO di Vilnius, Lithuania.
"Kami yakin bahwa hari ini ada semua alasan untuk memperpanjang undangan keanggotaan NATO untuk Ukraina."
"Ini akan menjadi sinyal bahwa perdamaian dan keamanan di Eropa tidak memiliki dan tidak akan pernah memiliki alternatif," kata Zelensky kepada Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, di Kyiv, Sabtu (1/7/2023).
"Jaminan keamanan untuk Ukraina, yang diperlukan untuk waktu sebelum bergabung dengan Aliansi, juga dibahas."