Berita Kukar Terkini
Landmark Menara Tuah Himba Ditarget Diresmikan saat Hari Jadi Kutai Kartanegara
Sebentar lagi pembangunan Landmark Menara Tuah Himba pengganti Patung Naga di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur rampung
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Sebentar lagi pembangunan Landmark Menara Tuah Himba pengganti Patung Naga di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur rampung.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menargetkan, landmark tersebut berdiri kokoh bertepatan dengan momen HUT Kota Raja Tenggarong.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wisnuwardhana menyebut, menargetkan pihak ketiga untuk menyelesaikan proyek ini di bulan September 2023 mendatang.
"Bulan September sudah bisa diresmikan, berkaitan dengan HUT Kota Raja, mudah-mudahan bisa kejar target,” kata Wisnu, Kamis (6/7/2023).
Baca juga: Kukar Bakal Punya Ikon Baru, Landmark Menara Tuah Himba Dibangun Tahun Ini
Baca juga: DPRD Kukar Ungkap Keuntungan Keberadaan Jembatan Belayan untuk Masyarakat Tabang
Pembangunan landmark yang ada di kawasan Central Bussiness District (CBD) dekat Jembatan Kutai Kartanegara ini sudah 50 persen.
Pembangunanan Menara Tuah Himba yang digadang-gadang bakal menjadi ikon Kota Raja ini memiliki makna tersendiri.
Menggambarkan kearifan lokal daerah, perpaduan alam dan wisata yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Nantinya, pada sisi landmark akan dibangunkan lanskap untuk semakin mempercantik kawasan sekitar jembatan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Dinas PU Kukar menggelontorkan dana sekitar Rp14 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar tahun 2023.
“Kemarin itu diajukan pembayaran terakhir 38-40 persen. perkiraan on schedule (pembangunan) lebih cepat itu (selesai),” pungkasnya.
Makna Menara Tuah Himba
Sebagaimana diketahui, konsep landmark Menara Tuah Himba merupakan karya dari warga Tenggarong bernama Syandi Diantrinsa Kusuma.
Ia berhasil memenangkan Sayembara Landmark Kota Raja yang diikuti 112 peserta dari seluruh Indonesia pada tahun 2021 lalu.
Syandi mengambil filosofi Kukar yang harmonis dalam kehidupan masyarakat, serta kebudayaan yang tak terpisahkan dalam kehidupan warganya.
Desain kolam dibuat berbentuk lingkaran. Memiliki makna alam yang berada di Kukar sebagai penopang kehidupan masyarakatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Progres-pembangunan-Landmark-Menara-Tuah-Himba.jpg)