Kamis, 30 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Fakta Pria Renta yang Ditemukan Tewas Memeluk Uang Puluhan Juta, Rupanya Alumni Unmul Samarinda 1978

Hidup terlunta-lunta selama bertahun-tahun, siapa sangka Ahmad Usuf (66) yang ditemukan tak bernyawa sambil memeluk bungkusan berisi uang.

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Penyerahan kembali uang senilai Rp 24.150.000 yang ditemukan dalam dekapan jasad Ahmad Usuf, dari Satreskrim Polresta Samarinda kepada keluarga almarhum di Mapolresta Samarinda, Jumat (7/7/2023) lalu. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hidup terlunta-lunta selama bertahun-tahun, siapa sangka Ahmad Usuf (66) yang ditemukan tak bernyawa sambil memeluk bungkusan berisi potongan lembaran mata uang rupiah di sebuah warung makan di Jalan Flores, Kecematan Samarinda Kota pada Jumat (16/6/2023) lalu, rupanya memilik keluarga.

Meski awalnya tak ada yang mengetahui siapa dan asal usul pasti dari pria renta itu, namun akhirnya pada Sabtu (17/6) siang, sejumlah orang datang ke Pos Pantau Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda dan mengaku sebagai keluarga korban.

Kala itu orang-orang tersebut mengaku melihat pemberitaan mengenai penemuan jasad Mr. X yang mereka yakini merupakan Ahmad Sutiardi, keluarga mereka yang telah lama meninggalkan rumah.

Baca juga: Kronologi Penemuan Pria Renta di Samarinda yang Memeluk Lembaran Uang Senilai Rp 24 Juta Lebih

Arida (63), adik kandung korban mengungkap, korban sudah lama mengasingkan diri dari keluarga.

Sebenarnya pihak keluarga sudah berulang kali membujuknya untuk pulang, namun korban tidak pernah mau.

Ia juga menjelaskan, mereka mengetahui kematian anggota keluarganya itu setelah melihat pemberitaan mengenai penemuan jasad Usuf.

"Uang yang ditemukan merupakan uang pemberian dari orang lain. Bukan hasil mengemis," ucap Arida.

Baca juga: Diduga Kelelahan, Seorang Jamaah Kloter Kedua Asal Samarinda Mendarat Paksa di Sumatera Utara

Lebih dalam lagi terungkap bahwa korban pernah berkuliah di Universitas Mulawarman (Unmul) dan lulus pada 1978.

Pihak keluarga menduga Usuf mengalami depresi setelah ditinggalkan oleh sang kekasih.

Sejak itu, tepatnya 1978, Usuf mulai mengasingkan diri dari keluarga.

Biasanya Usuf terlihat tidur di emperan Jalan Mulawarman, Pelabuhan dan Komplek Citra Niaga Samarinda.

Beberapa kali dibujuk untuk pulang, korban nyatanya kembali pergi setelah menulis akan memiliki uang senilai Rp 1 miliar.

Baca juga: Malam Ini Liga 1 Borneo FC Samarinda vs Bali United, Berikut Line Up Kedua Tim

Namun hingga akhir hayatnya, Usuf hanya mampu mendekap impiannya tersebut dan membawa rahasia mengapa dan bagaimana ia membelah lembaran demi lembaran rupiah yang ia dapatkan.

"Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses identifikasi tersebut,

Uang almarhum ini akan kami gunakan untuk zakat, infak, sedekah dan keperluan tahlilan almarhum," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved