Berita Penajam Terkini

4 PSK dari Luar Daerah Diamankan Satpol PP Penajam Paser Utara

Pekerja Seks Komersial (PSK) ditemukan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur, terbaru ini.

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Aris
HO
Satpol PP amankan empat orang PSK di PPU. HO 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pekerja Seks Komersial (PSK) ditemukan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur.

Mereka berasal dari luar daerah, yang sengaja pindah ke PPU, lantaran melihat kondisi PPU yang mulai ramai seiring pindahnya Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.

Sebanyak empat PSK diamankan Satpol PP PPU dibeberapa tempat berbeda.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP PPU, Denny Handayansyah mengatakan, bahwa aktivitas empat orang tersebut meresahkan masyarakat sekitar.

Baca juga: Alasan Satu Parpol di Penajam Paser Utara Menghapus 9 Orang Calon Legislatifnya

Sehingga, pihaknya menerima laporan dan melakukan validasi, sebelum akhirnya mengamankan empat wanita tersebut.

"Laporan masyarakat valid dan ada aktivitas PSK diwilayah PPU," ungkapnya pada Rabu (12/7/2023).

Denny menjelaskan bahwa mereka yang diamankan berasal dari luar daerah, seperti Balikpapan, Paser, Banjarmasin, dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Diantara mereka ada yang merupakan pekerja di lokalisasi Tenggarong sejak empat tahun lalu, kemudian memilih pindah ke PPU, lantaran meyakini bahwa PPU ramai sejak pindahnya IKN Nusantara.

"Pindah ke Penajam karena ingin mencoba peruntukan di sini karena IKN pasti banyak orang," lanjutnya.

Baca juga: Rencana Balai Latihan Vokasi Pendidikan Energi Terbarukan di Penajam Paser Utara

Mereka telah melakukan aktivitas tersebut sejak dua hingga empat bulan terakhir. Bahkan mengakui bahwa rata-rata yang tamu yang mereka layani mencapai 7 orang hanya dalam waktu dua hari.

Dalam melancarkan aksinya, keempat orang tersebut seluruhnya menggunakan aplikasi Michat.

"Ada yang baru dua hari menetap disini sudah dapat 7 pelanggan," terangnya.

Saat ini, pihak Satpol PP masih melakukan pembinaan 1x24 jam, sembari mendalami aktivitas mereka. Hal itu untuk mengantisipasi adanya jaringan perdagangan orang atau memiliki mucikari dibaliknya.

"Kita gali lebih dalam makanya kita pembinaan 1x24 jam," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved