Berita Berau Terkini

5 Bahan Pangan yang Bisa jadi Solusi untuk Mengatasi Stunting di Berau

Bupati Berau, Sri Juniarsih mendorong masyarakat untuk melakukan penganekaragaman konsumsi pangan yang sehat dan bergizi bagi keluarga

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Festival pangan lokal beragam, bergizi seimbang dan aman yang digelar Dinas Pangan Berau di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Selasa (11/7/2023). Melalui festival tersebut, ia juga mengajak untuk mengoptimalkan seluruh potensi pangan lokal yang ada. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Bupati Berau, Sri Juniarsih mendorong masyarakat untuk melakukan penganekaragaman konsumsi pangan yang sehat dan bergizi bagi keluarga.

Salah satunya untuk mencegah terjadinya kasus stunting maupun penyakit yang berkaitan dengan kelebihan atau kekurangan gizi.

Adapun yang dilakukan pihaknya yakni, melalui Dinas Pangan Berau mengadakan festival pangan lokal beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA).

Kegiatan ini diikuti oleh PKK dari 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Baca juga: Pemkab Optimis Kasus Stunting di Berau Turun 14 Persen hingga 2024 Nanti

Melalui festival tersebut, ia juga mengajak untuk mengoptimalkan seluruh potensi pangan lokal yang ada.

Seperti sebagai berikut, ada 5 bahan pangan

1. Jagung;

2. Sukun;

3. Pisang;

4. Singkong;

5. dan ubi jalar.

Tentu saja ragam pangan ini mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh, namun juga mudah ditemukan di sekitar masyarakat Berau.

Diakuinya sebagian besar komoditas pangan di Berau masih didatangkan dari daerah lain, seperti kedelai, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai, dan lain-lain.

Karena itu Sri Juniarsih, mendorong Dinas Pangan Berau agar dapat bekerja maksimal dan mewujudkan ketahanan pangan untuk menyukseskan seluruh agenda-agenda pangan.

Baca juga: Wabup Berau Gamalis Sebut Menurunkan Angka Stunting Berarti Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

“Saya harap Berau akan semakin sejahtera dengan ragam komoditas unggulan yang ada,” ucapnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (11/7/2023) di Berau, Kalimantan Timur.

Konsumsi Pangan Belum Beragam

Sementara, Kepala Dinas Pangan Rakhmadi Pasarakan menambahkan, skor pola pangan harapan (PPH) di Kabupaten Berau yakni 89,5 yang mana idelanya adalah 100 skor.

Artinya masih ada konsumsi pangan yang tidak beragam. Melalui festival pangan lokal diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk dapat memenuhi nilai gizi.

Kali ini ada dua kategori yang dilombakan yakni untuk ibu hamil dan remaja putri usia 12 tahun. Dengan menciptakan beragam menu yang berasal dari non beras dan non terigu.

Kekurangan di Berau, sayur-sayuran, buah-buahan, serta umbi-umbian, makanya di Berau digelar festival pangan untuk mendukung program penurunan stunting di Kabupaten Berau.

"Penyebab salah satunya karena kurang beragamnya pangan kita,” jelasnya.

Baca juga: Cegah Stunting, Pertamina Unit Balikpapan Gelar Kelas Ibu dan Balita

Lanjutnya, memang untuk merubah preferensi pola makan masyarakat itu tidak mudah.

Namun dengan membiasakan dan menciptakan kreasi menu yang disukai masyarakat, diharapkan pelan-pelan dapat berubah.

Ilustrasi ibu hamil cegah stunting.
Ilustrasi ibu hamil cegah stunting. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Sebagai upaya bersama dalam menurunkan angka stunting dengan memanfaatkan pangan lokal.

“Makanya kita gandeng ibu-ibu PKK di kecamatan sebagai perpanjangan tangan untuk menyampaikan kepada masyarakat di kampung-kampung,” paparnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved