Senin, 4 Mei 2026

Berita Penajam Terkini

Cara Menangkal Malaria pada Kalangan Pekerja Hutan di Penajam Paser Utara 

Sosialiasasi program penanggulangan malaria pada pekerja hutan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara, Temu, menuturkan, program pencegahan malaria kepada pekerja hutan di Penajam Paser Utara terus digencarkan, Jumat (29/7/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara telah membentuk advokasi dan sosialiasasi program penanggulangan malaria pada pekerja hutan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Demikian dibeberkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara, Temu kepada TribunKaltim.co, Jumat (28/7/2023). 

Giat ini bertujuan agar kasus malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara menurun.

Yakni dengan melakukan semacam profilaksis bagi para pekerja atau pengrajin kayu yang melintas keluar masuk hutan.

Baca juga: Daftar Nama-nama Kabupaten Kota yang Bebas Malaria, Diumumkan di IKN Nusantara

“Kami juga sudah melakukan sosialisasi ke beberapa tokoh masyarakat di Sotek," katanya.

Karena pihaknya akan melaksanakan kegiatan ini profilaksis mengenai program penanggulangan malaria pekerja hutan di Penajam Paser Utara.

"Kita juga bekerja sama dengan WHO (World Health Organization)," ujarnya.

"Nantinya kami akan melatih kader malaria yang akan melaksanakan kegiatan ini,” tegasnya.

Wilayah Penyebaran Malaria

Penyebaran malaria yang kian masif di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Hingga Juni 2023, tercatat kasus malaria di kabupaten mencapai 687 kasus,

Dengan jumlah kasus tersebut, membuat daerah asal Ibu Kota Negara (IKN) baru itu, masuk zona merah malaria.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU, Temu, menjelaskan penyakit malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles itu, ditemukan bukan berasal dari kawasan pemukiman masyarakat atau kawasan hutan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tetapi, penyebarannya terdapat pada wilayah lintas perbatasan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Barat.

Positif malaria itu kebanyakan orang-orang yang keluar masuk dari hutan.

Baca juga: 35 Daerah Terima Sertifikat Eliminasi di Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia di IKN Nusantara

Dan rata-rata bukan masyarakat Penajam Paser Utara tapi para pekerja atau pengrajin kayu yang melalui wilayah Kelurahan Sotek.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved