Berita Kukar Terkini
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian Minta Pendidik di Kukar Daftar Guru Penggerak
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian kembali menyapa para kepala sekolah dan guru di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian kembali menyapa para kepala sekolah dan guru di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Ia menggelar sebuah Diskusi Pendidikan bertajuk Peran Guru Penggerak dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
Bertempat di hotel Fatma Tenggarong, kegiatan dihadiri oleh tak kurang dari 200 orang kepala sekolah dan guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK se Kabupaten Kutai Kartanegara.
Baca juga: 47 Guru di Kutai Kartanegara Ikut Pendidikan Guru Penggerak
Hadir sebagai pembicara Hetifah Sjaifudian didampingi oleh Wiwik Setyawati selaku Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Timur.
Khairullah selaku Kepala Balai Penjaminan Mutu provinsi Kalimantan Timur, dan Thauhid Afrilian Noor, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara.
Dalam kesempatan itu, Hetifah Sjaifudian ingin banyak guru di Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Kutai Kartanegara mendaftar sebagai guru penggerak.
Selain untuk meningkatkan karier. Program ini juga bisa membentuk jiwa kepemimpinan guru dalam transformasi pendidikan.
"Jadi guru penggerak ini kunci, kalau jumlahnya terlalu sedikit efeknya kurang. Kalau makin banyak, maka efek daya ubahnya lebih tinggi,” jelas Hetifah, Minggu (30/7/2023).
Baca juga: Soal Program Guru Penggerak, Pemkot Balikpapan Angkat 727 PPPK Guru
Menurut Politisi Partai Golkar itu, dunia pendidikan telah banyak bertransformasi belakangan ini. Mulai dari kurikulum, hingga metode pembelajaran.
Atas banyaknya perubahan itu, guru diharapkan dapat menjadi leader atau pemimpin untuk memeratakan transformasi pendidikan.
Berdasarkan Permendikbudristek No 40/2021, Guru Penggerak juga dapat menjadi kepala sekolah tanpa harus menjadi pelaksana tugas, selama memenuhi syarat.
"Banyak keuntungan jadi Guru Penggerak, salah satunya adalah ilmu baru dalam meningkatkan kompetensinya. Bahkan, mereka diprioritaskan menjadi kepala sekolah," ujarnya.
Hetifah mengaku siap mendukung dari segi dana. Namun dia meminta agar para guru antusias untuk mendaftar. Terutama mereka yang memiliki kualifikasi yang cukup sebagai guru penggerak.
Baca juga: Puluhan Guru Penggerak di Kutai Kartanegara Dapat Laptop Gratis
Sebab, sebut Hetifah, guru penggerak bukanlah sosok yang sembarangan. Mereka harus melalui serangkaian seleksi terlebih dahulu. Namun, keuntungan yang didapat juga tak kalah banyak.
"Kami ingin guru-guru yang terbaik di Kaltim maupun Kukar mau jadi guru penggerak,” pungkas Hetifah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.