Berita Berau Terkini
Gunung Tabur yang Pertama Deklarasi Kecamatan Ramah Anak di Berau
Salah satunya yakni melakukan Pembinaan Kecamatan Layak Anak (KELANA) dan Pembinaan Desa/Kelurahan Layak Anak (DEKELA)
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Untuk menuju Kabupaten Layak Anak (KLA), Kabupaten Berau harus melengkapi berbagai persyaratan.
Salah satunya yakni melakukan Pembinaan Kecamatan Layak Anak (KELANA) dan Pembinaan Desa/Kelurahan Layak Anak (DEKELA).
Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA( Dinas Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Pengendalian Penduduk dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, Nurjatiah menyebut, pihaknya baru melakukan deklarasi kampung atau kelurahan layak anak di Kecamatan Gunung Tabur.
Yang mana nantinya dapat menjadi role model bagi kampung lainnya untuk melakukan hal yang sama tanpa adanya pendampingan intens dari DPPKBP3A.
Baca juga: Lakukan Evaluasi Kota Layak Anak, Pemkot Samarinda Targetkan Samarinda Jadi KLA Utama
Baca juga: Target Naik Level Predikat KLA 2023, Bupati Kubar FX Yapan Minta PD Berperan Aktif
Bersama Kecamatan Tanjung Redeb yang akan menyusul deklarasi ramah anak.
“Jadi semua kampung di Gunung Tabur telah mendeklarasikan diri menjadi kampung layak anak,” ucapnya kepada Tribunkaltim.co, Kamis (3/8/2023).
Sebenarnya, kata Dia, deklarasi kampung/kelurahan layak anak telah dilakukan sejak lama. Namun, sebelumnya tidak tercatat dengan baik. Sehingga, perlu dilakukan deklarasi ulang.
“Deklarasi dulu tidak tercatat dengan baik, jadi kita deklarasi ulang,” tegasnya.
Dicontohkannya, seperti Kecamatan Tanjung Redeb. Semua kelurahan telah mendeklarasikan sebagai kelurahan layak anak. Tapi, datanya tidak ada dan pihak kelurahan juga menginginkan deklarasi ulang.
“Jadi sebelum deklarasi tahap awalnya kita sosialisasi, dan pendampingan baru dilakukan deklarasi,” jelasnya.
Tahun ini sebenarnya target satu kampung yang layak anak. Tapi itu dinilai terlalu lama. Mengingat ada 100 kampung dan 10 kelurahan di Kabupaten Berau.
Harapannya dengan sosialisasi yang akan dilakukan pihaknya, kampung-kampung memiliki inisiatif tanpa harus ada pendampingan intens dari DPPKBP3A.
Baca juga: DP3AKB Balikpapan Ajak Wartawan Wujudkan Peningkatan Predikat KLA Nindya Jadi Utama
“Jadi kita gerak cepat bagaimana bisa dilakukan sekaligus,” ujarnya.
Hal itu dilakukan agar Kabupaten Berau mendapatkan predikat KLA. Yang mana saat ini baru kategori madya. Pihaknya harus mengkoordinir semua klaster dan melaksanakan indikatornya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/03082023-Kabid-PPA-DPPKBP3A-Berau-Nurjatiah.jpg)