Berita Balikpapan Terkini

DP3AKB Balikpapan Ajak Wartawan Wujudkan Peningkatan Predikat KLA Nindya Jadi Utama

Dalam mewujudkan peningkatan predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya menjadi Utama, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersinergi da

HO/Diskominfo Balikpapan
Pertemuan dengan media massa lewat kegiatan yang mengusung tema "Peran Media Dalam Mewujudkan Balikpapan Menjadi Kota Layak Anak" pada Rabu (7/12/2022) di Hotel Gran Senyiur Balikpapan. HO/Diskominfo Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dalam mewujudkan peningkatan predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya menjadi Utama, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersinergi dan berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan untuk mengajak serta pewarta atau awak media memegang peranan.

Hal ini disampaikan Kepala Diskominfo Balikpapan, Adamin Siregar usai menginisiasi kegiatan pertemuan dengan media massa "Peran Media Dalam Mewujudkan Balikpapan Menjadi Kota Layak Anak" pada Rabu (7/12/2022) di Hotel Gran Senyiur Balikpapan.

"Perlindungan dan pemenuhan hak anak itu tugas semua masyarakat, termasuk elemen media. Tentunya, kampanye dari media bisa mempercepat penyebarannya dan mencapai cakupan yang lebih luas," tutur Adamin.

Sehingga, hal ini tak lagi hanya menjadi tugas pemerintah. Mengingat, anak-anak sebagai penerus bangsa ini perlu mendapatkan perhatian khusus. Apalagi, berkaitan dengan pemenuhan haknya di lingkungan sosial masyarakat.

"Dukungan yang bisa kita lakukan, salah satunya seperti kegiatan ini. Dengan melakukan pertemuan media, kita menjadi tahu apa saja yang dibutuhkan tentang penanganan kebutuhan anak dari sudut pandang media," ungkapnya.

Baca juga: DP3AKB Dorong Kelurahan dan Kecamatan di Balikpapan Komitmen Wujudkan KLA Kategori Utama

Upaya lainnya juga dilakukan Diskominfo Balikpapan dengan menyiapkan sarana dan fasilitas pendukung, misalnya akses informasi yang bisa didukung dengan melakukan penyebaran titik WiFi.

"Jadi, masyarakat bisa mendapat informasi, bagaimana langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi anak," katanya.

"Dari media juga kita siapkan fasilitas internet dan publikasi," tambahnya.

Ke depannya, Adamin berharap, penanganan masyarakat terkait kasus kekerasan terhadap anak atau hal lainnya yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak bisa ditangani dengan baik oleh pihak DP3AKB maupun pihak lain.

Baca juga: Naikkan Kategori KLA Jadi Utama, DP3AKB Balikpapan Gelar Workshop Hadirkan Narsum dari Probolinggo

Kosyim, Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan yang menjadi narasumber pada kesempatan tersebut menambahkan, upaya perlindungan anak ini bisa dilakukan dengan bergerak bersama-sama, baik dari unsur masyarakat, pemerintah dan juga unsur media massa.

"Unsur media massa bisa mengampanyekan hal ini, dunia usaha juga. Kita pecahkan bersama bagaimana upaya yang dapat ditingkatkan untuk memenuhi hak anak," tuturnya.

Ia juga sempat mengingatkan empat hak dasar anak yang harus dipenuhi, yakni hak untuk hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang, hak untuk dilindungi dan hak untuk partisipasi.

Sementara itu, menurut Undang-Undang Perlindungan Anak ada 31 hak anak yang juga perlu dilakukan atau dipenuhi oleh masyarakat sosial.

Baca juga: Kepala DP3AKB Balikpapan Klaim Sukses Turunkan Angka Stunting di Tahun 2022

"Media massa hanya bertugas mengampanyekan untuk mewujudkan pemenuhan hak-hak tersebut. Atau bisa juga mencontoh salah satu media dengan menggelar pelatihan kepada anak terkait dunia jurnalistik. Hal sederhana saja, tetapi sejak dini (anak) sudah mendapatkan atau ditanamkan hal yang positif," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved