Kamis, 16 April 2026

Berita Internasional Terkini

Badai Api Menerjang Lahaina Hawaii, Warga Berlarian Selamatkan Diri Menuju Air Laut, 36 Tewas

Bencana alam berupa badai api menerjang Lahaina Hawaii, warga berlarian selamatkan diri menuju air laut, ratusan mobil terbakar.

PATRICK T. FALLON / AFP
Gambar udara yang diambil pada 10 Agustus 2023 menunjukkan mobil yang hancur di Lahaina setelah kebakaran hutan di Maui barat, Hawaii. Bencana alam berupa badai api menerjang Lahaina Hawaii, warga berlarian selamatkan diri menuju air laut, ratusan mobil terbakar. Sedikitnya 36 orang tewas setelah kebakaran hutan yang bergerak cepat mengubah Lahaina menjadi abu, kata para pejabat pada 9 Agustus 2023 ketika pengunjung yang diminta untuk meninggalkan pulau Maui mendapati diri mereka terdampar di bandara. Kebakaran mulai membakar awal 8 Agustus, menghanguskan ribuan hektare dan menempatkan rumah, bisnis, dan 35.000 nyawa dalam bahaya di Maui, Keadaan Darurat Hawaii. 

“Saya memulai hidup baru untuk keluarga saya. Saya memiliki properti sewaan mulai bulan depan dan sebuah mobil, tetapi keduanya terbakar habis.”

Potter akan segera terbang pulang ke Oregon untuk bertemu kembali dengan istri dan kelima anaknya pada hari Sabtu.

"Kepindahan kita ke Hawaii akan ditunda untuk beberapa waktu." 

Antisipasi Badai Taifun Khanun, Kontingen Pramuka Indonesia Dievakuasi ke Wonkwang University

Berita lainnya terkait badai dan cuaca buruk, kontingen Pramuka Indonesia dievakuasi ke Wonkwang University.

Kontingen Indonesia yang mengikuti World Scout Jamboree atau Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan, dievakuasi ke Wonkwang University karena antisipasi badai Taifun Khanun atau Angin Topan Khanun.

Hal itu diinformasikan Pendamping Kwarcab Pramuka Kutai Timur, Daud Boro Patoding yang ikut mendampingi peserta Kwarcab Pramuka Kutim ke Korea Selatan.

Kata dia, sejak kemarin tanggal 8 Agustus 2023, seluruh peserta jambore dievakuasi ke beberapa tempat sebab pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2023 diprediksi akan ada Angin Topan Khanun.

"Untuk kontingen Indonesia dievakuasi ke Wonkwang University bersama negara India, Palandia, Equador dan Banglades," ucapnya, Rabu (9/8/2023).

Ia mengaku kondisi kontingen Indonesia khususnya Kwarcab Pramuka Kutim dalam keadaan aman.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pelajar Asal Kecamatan Kaubun Kutai Timur Kaltim, Ikut Jambore Dunia di Korea Selatan

Lanjutnya, selama berada di tempat evakuasi, kegiatan yang tetap dijalankan adalah kegiatan offsite dan yang tidak dilaksanakan hanya kegiatan onsite.

Untuk Kontingen Indonesia hari ini dijadwalkan berkunjung ke Agape Garden, Jewelry Museum, Mireuksa Temple Site, Won Buddhism General, dan Nabawi Chatederal.

"Kegiatan offsite akan dilaksanakan selama 2 hari, tgl 9 dan 10 Agustus 2023 dan penutupan akan dilaksanakan di Seoul di salah satu Stadiun Piala Dunia pada malam hari di tanggal 11 Agustus 2023 dengan menghadirkan beberapa penyanyi K-pop," jelasnya.

Lebih jauh, terkait isu kontingen Indonesia akan ditarik kembali pulang, ia menampis dengan penjelasan bahwa Kontingen Indonesia tetap akan pulang sesuai jadwal.

Sebab, di lapangan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menurunkan para pelajar Indonesia yang di Korea Selatan untuk terus memantau keadaan.

Baca juga: 9 Daerah Ikut Jambore Pemuda Daerah Kaltim, Pacu Inovasi Teknologi Digital

"Pihak KBRI Indonesia juga tetap memantau dan turun langsung ke lokasi dgn menurunkan pelajar Indonesia yang ada di Korea Selatan. Pak Dubes juga turun langsung," pungkasnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI SINI

Artikel ini sebagian telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Warga Lahaina Hawaii Tinggalkan Mobil Mereka, Pilih Berlari Menuju Air Laut Saat Badai Api Terjadi

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved