Video Viral
Rusia Kewalahan Hadapi Gempuran Senjata Barat, Ukraina Mulai Rebut Bakhmut Lagi
Rusia kewalahan hadapi gempuran senjata Barat, Ukraina mulai rebut Bakhmut lagi
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur
TRIBUNKALTIM.CO - Ukraina pada Senin (14/8/2023) mengeklaim telah merebut kembali tiga kilometer persegi wilayah di sekitar Bakhmut, timur negara itu, dari kendali pasukan Rusia.
Tampaknya Rusia sedikit kewalahan menghadapi pasukan perang Ukraina yang disokong senjata-senjata canggih Barat.
"Di sektor Bakhmut, tiga kilometer persegi dibebaskan pekan lalu," kata Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Ganna Malyar kepada televisi pemerintah, dikutip dari kantor berita AFP. “
Dilansir dari Kompas.com, secara total, 40 kilometer persegi telah dibebaskan di sisi selatan sektor Bakhmut.
Pasukan Rusia yang dipandu kelompok tentara bayaran Wagner merebut kota berpenduduk sekitar 70.000 orang itu pada Mei 2023 setelah berbulan-bulan pertempuran sengit.
Tentara Ukraina juga menekan Rusia yang memegang kendali kuat di selatan negara itu.
Tepatnya di dua wilayah yang menurut Kremlin telah dianeksasi tahun lalu.
Malyar mengatakan, pasukan Ukraina juga bergerak menuju Kota Melitopol dan Berdyansk yang diduduki Rusia.
Pertempuran pun terus berlanjut di Urochaine, pemukiman di garis depan selatan wilayah Donetsk.
"Kami mencapai keberhasilan tertentu di sana.
Pasukan kami juga mencapai keberhasilan tertentu di selatan Staromayorsk," ujar Malyar, mengacu ke kota terdekat lainnya.
Malyar turut membenarkan bahwa pasukan Ukraina melakukan tugas tertentu di tepi kiri sungai Dnipro wilayah Kherson.
Sungai Dnipro dijadikan garis depan de facto antara pasukan Ukraina dan Rusia di wilayah tersebut, setelah Kyiv merebut kembali kota utamanya yang juga bernama Kherson pada November 2022.
“Kami tidak dapat mengungkapkan detailnya, tetapi kami menyelesaikan tugas-tugas ini.
Untuk bertahan di sana, perlu mengusir musuh dan mengamankan wilayah itu,” ucap Malyar.