Berita Kubar Terkini
Puluhan Rumah di Muhur Kubar Terbakar, Anak-anak Mengalami Trauma
Petaka kebakaran rumah di Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, membawa duka
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Petaka kebakaran rumah di Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, membawa duka yang mendalam, termasuk ke kalangan anak-anak.
Kondisi anak-anak setelah terjadinya kebakaran hebat di Kampung Muhur membekas trauma yang mendalam.
Informasinya saat kejadian, di antara mereka, ada anak-anak yang melihat dan merasakan secara langsung bencana kebakaran.
Seperti apa kondisi korban kebakaran di Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai, simak selengkapnya disini:
Baca juga: 71 Unit Rumah Warga di Kubar Pasca Dilanda Kebakaran Hebat, Puluhan Ton Padi Ikut Terbakar
Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri, SDN 001 Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terpaksa harus diliburkan selama 1 minggu ke depan.
Langkah ini dilakukan lantaran banyak warga sekolah mulai dari murid hingga guru-guru menjadi korban kebakaran pada Minggu malam kemarin.
Mereka hanya bisa menyelamatkan diri beserta pakaian di badan saat kebakaran hebat datang melanda kawasan tempat tinggal mereka di RT 02 Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai pada Minggu 20 Agustus 2023, sekitar pukul 22.00 Wita.
Kepala SDN 001 Siluq Ngurai, Efesus Alen mengatakan langkah ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat.
Baca juga: Kebakaran Hebat di Kampung Muhur, SD 001 Siluq Ngurai Terpaksa Diliburkan Seminggu
"Kita sudah koordinasi dengan pihak Kecamatan dan Dinas Pendidikan," ujarnya saat ditemui TribunKaltim.co di lokasi kebakaran pada Senin (21/8/2023).
Dia beberkan, karena banyak murid dan guru-guru jadi korban kebakaran. Rumah mereka rata dengan tanah.
"Hanya bisa menyelamatkan diri beserta pakain di badan," ungkapnya.
Dia belum memastikan berapa jumlah murid dan guru yang menjadi korban kebakaran, hanya saja dia menyebutkan jumlah murid di SDN 001 sebanyak 168 dan 17 guru.
Anak-anak SD Trauma
Selain itu, bangunan gedung SDN 001 juga terpaksa dijadikan posko darurat penampakan korban kebakaran yang tercatat sebagai 60 Kepala Keluarga dan 197 Jiwa.
Pasalnya SDN 001 berlokasi tak jauh dari tempat kebakaran.
Sementara itu para anak-anak SD yang menjadi korban kebakaran juga mengaku masih trauma dengan insiden kebakaran yang meratakan tempat peristirahatan mereka.
"Baju sekolah saya, sepatu sama tas saya terbakar, jadi tidak bisa ke sekolah," kata Jemi Arta Ruanda (9) salah satu murid SD yang menjadi korban kebakaran.
Dengan wajah yang tertunduk lesu, anak yang baru duduk di bangku kelas 4 SD N 001 Siluq Ngurai itu mengaku, hanya bisa berlari ke tempat yang aman saat kebakaran terjadi.
Sementara seluruh isi rumah termasuk perlengkapan sekolah, tidak bisa di selamatkan oleh orang tua nya berserta warga Kampung Muhur.
Kondisi yang sama juga dialami Mika Julianti (12). Bersama orangtua dan keluarganya harus merelakan rumah beserta isi nya ludes terbakar akibat kebakaran terbesar yang pernah terjadi di Kutai Barat tersebut.
Baca juga: Terbaru! Info Kebakaran Hari Ini Balikpapan 2023, Asap Hitam Membumbung dari Permukiman Penduduk
"Saya libur sendiri karena pakaian sekolah saya terbakar semua," ungkapnya.
Karenanya, Siswi Kelas VII SMP Negeri 1 Siluq Ngurai itu sangat mengharapkan bantuan dari semua pihak atas musibah yang dialami.
Baik pakaian, kebutuhan makan dan minum, termasuk perlengkapan sekolah, sehingga bisa segera mengikuti aktivitas pendidikan seperti biasanya.
"Harapan saya, supaya banyak pihak-pihak yang membantu kami yang menjadi korban kebakaran di kampung Muhur ini," harapnya.
Bakar Puluhan Unit
Tim Inafis Polres Kutai Barat diterjunkan untuk menyelidiki sumber api yang memicu terjadinya kebakaran hebat di Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai, Kutai Barat, Kalimantan Timur pada Minggu 20 Agustus 2023 malam.
Dengan membawa peralatan khusus, tim inafis Polres Kubar tiba di lokasi kebakaran sekira pukul 11:00 Wita pada Senin 21 Agustus 2023.
Tak tanggung-tanggung kebakaran hebat tersebut mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sebanyak miliaran rupiah.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Pom Mini di Desa Tanah Periuk Kabupaten Paser
Pasalnya, selain membakar 41 unit bangunan rumah warga, ada 4 unit bangunan Lamin atau rumah panjang (rumah adat) yang dihuni puluhan kepala keluarga juga ludes terbakar.
Tak hanya itu, 17 unit bangunan sarang burung walet serta puluhan unit kendaraan sepeda motor milik warga juga menjadi sasaran amukan sijago merah hingga tersisah tinggal arang.
Kapolsek Siluq Ngurai, Iptu Suyoto mengatakan saat ini pihaknya bersama jajaran tim Inafis Polres Kubar masih berupaya melakukan penyelidikan dan memintai sejumlah keterangan warga.
"Dari kepolisian saat ini ada dari tim Inafis yang melakukan penyelidikan asal mula terjadinya kebakaran namun saat ini belum diketahui dari mana terkait dengan terjadinya kebakaran itu," ujar Kapolsek Siluq Ngurai Iptu Suyoto saat ditemui di lokasi kebakaran pada Senin (21/8/2023).
Selain itu, lokasi titik awal munculnya api juga sudah dipasang garis polisi dan mengamankan beberapa sample kebakaran.
Sampai pagi hari ini masih dalam kondisi pendinginan. Untuk korban saat ini ada yang di keluarga ada juga yang di Pos pengendalian penanganan kebakaran di SD 001 Siluq Ngurai.
Iptu Suyoto juga mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawalan terhadap seluruh korban kebakaran yang saat ini dititipkan di bangunan sekolah dasar SD Negeri 001 Siluq Ngurai yang berlokasi tak jauh dari tempat kebakaran.
Baca juga: Kebakaran di Berau, Buku-buku dan Seragam Sekolah Beberapa Anak tak Bisa Diselamatkan
Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan serta kebutuhan para korban kebakaran yang berjumlah 60 Kepala Keluarga dan 197 Jiwa selama berada di Posko penampungan korban kebakaran.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230822_Desa-Siluq-Ngurai-Kutai-Barat.jpg)