Selasa, 5 Mei 2026

Video Viral

Putus Asa 43 Ribu Pasukan Tewas, Ukraina Kini Andalkan Drone dan Rudal Serang Rusia

Putus asa 43 ribu pasukan tewas, Ukraina kini andalkan drone dan rudal serang Rusia

Tayang:
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Ukraina mengalami kerugian yang sangat besar dalam serangan balik ke Rusia, meski demikian misi tersebut tidak banyak menguntungkan.

Alih-alih merebut wilayah yang telah dicaplok Moskow, lebih dari 43.000 tentaranya tewas, sementara berbagai senjata mutakhir kiriman negara-negara NATO pun tidak banyak membantu, justru menjadi sasaran empuk tentara Vladimir Putin.

Dilansir dari Tribunnews.com, Kiev pun saat ini seperti mentok dan enggan mengerahkan pasukannya dalam upaya mengambil alih wilayah timur dan tenggara.

Pasukan Volodymyr Zelensky dalam beberapa hari terakhir lebih memilih menggunakan drone dan rudal untuk merusak titik-titik militer dan ekonomi Rusia.

Wakil Pemimpin Redaksi surat kabar asal Jerman, Bild, Paul Ronzheimer dalam analisisnya menyebut bahwa serangan balik sejak Juni lalu memang bisa dibilang gagal.

Meski menghadapi serangan balik, justru tentara Rusia berhasil melawan dan merebut wilayah lebih ke dalam kawasan Ukraina.

Menurut artikel tersebut, Ukraina dapat terus mencoba menembus pertahanan Rusia meskipun sejauh ini tidak mencapai terobosan besar.

Baca juga: Rusia Usir Militer Polandia dari Perbatasan Jika Tak Ingin Bernasib Mirip Ukraina

Baca juga: Rusia Mengamuk, Pusat Kota Ukraina Dihujani Rudal Canggih, Akibatnya Tak Main-Main

Ronzheimer menulis bahwa sejauh ini pemerintahan Presiden Vladimir Zelensky tetap optimis dan bertekad untuk melanjutkan kampanye.

Namun, jika gagal memperoleh keuntungan yang signifikan pada akhir tahun, Kiev dilaporkan merencanakan serangan balasan lainnya pada musim semi 2024.

Ronzheimer menuduh bahwa para pejabat di Kiev semakin frustrasi atas kritik atas taktik serangan balasannya yang datang dari Barat.

Bild mengutip seorang pejabat senior Ukraina yang tidak disebutkan namanya yang bersikeras bahwa "semuanya direncanakan bersama" dengan para pendukung Kiev.

Setiap dorongan baru bergantung pada penerimaan lebih banyak senjata dan amunisi Barat, kata Bild. Selain itu, Rusia kemungkinan akan menggunakan jeda musim dingin untuk memperkuat pertahanannya.

Jalan lain yang terbuka untuk Kiev, menurut artikel itu, adalah melanjutkan serangan balasan sambil secara bersamaan terlibat dalam pembicaraan damai dengan Rusia.

Namun, putaran balik seperti itu di pihak Zelensky akan sulit ditawarkan kepada penduduk, prediksi Ronzheimer.

Wakil pemimpin redaksi Bild menekankan bahwa Oktober lalu, kepala negara Ukraina menandatangani keputusan yang mengesampingkan negosiasi dengan musuhnya dari Rusia, Vladimir Putin, dan bahwa jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan 72 persen warga Ukraina menentang pembicaraan dengan Rusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved