Video Viral
Rusia Mengamuk, Pusat Kota Ukraina Dihujani Rudal Canggih, Akibatnya Tak Main-Main
Rusia mengamuk, pusat kota Ukraina dihujani Rudal canggih, akibatnya tak main-main
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio
TRIBUNKALTIM.CO - Situasi perang antara Rusia vs Ukraina semakin memanas.
Terbaru, serangan rudal Rusia di pusat kota Ukraina utara pada Sabtu (18/8/2023) menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari seratus lainnya, termasuk anak-anak, kata pejabat Ukraina.
Dilansir dari Kompas.com, serangan di Chernihiv terjadi saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tiba di Swedia dalam perjalanan luar negeri pertamanya sejak menghadiri KTT NATO di Lituania bulan lalu.
Gambar setelah serangan menunjukkan bangunan yang rusak parah termasuk teater dengan atapnya hancur, mobil hancur dan orang yang selamat berjalan di antara puing-puing dengan pakaian berlumuran darah.
Korban tewas dalam serangan siang hari itu termasuk seorang gadis berusia 6 tahun, sementara 15 anak termasuk di antara 129 yang terluka, kata Menteri Dalam Negeri Ukraina Ihor Klymenko.
Zelenskyy mengatakan serangan itu menunjukkan Rusia adalah negara teroris dan dunia harus bersatu melawannya.
"Sebuah rudal Rusia menghantam tepat di tengah kota, di Chernihiv," tulisnya di Telegram.
"Sebuah alun-alun, universitas politeknik, sebuah teater.
Sabtu yang biasa, berubah menjadi menyakitkan karena Rusia," tambahnya.
Baca juga: Rusia Ledakkan Pangkalan Udara Ukraina, Cegah Rudal Inggris dan Prancis Digunakan
Chernihiv dikepung oleh pasukan Rusia pada awal perang tetapi mereka mundur setelah pasukan Ukraina merebut kembali kendali wilayah utara Kyiv pada April tahun lalu.
Zelensky sendiri tiba di Swedia dalam kunjungan mendadak hari Sabtu, yang jadi kunjungan pertamanya ke negara Skandinavia itu sejak dimulainya invasi besar-besaran.
Perang mendorong Swedia untuk meninggalkan kebijakan nonblok militernya yang telah berlangsung lama untuk mendukung Ukraina dengan senjata dan melamar keanggotaan NATO, meskipun masih menunggu untuk bergabung dengan aliansi tersebut.
Pada konferensi pers bersama, Zelensky dan Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengumumkan bahwa kedua negara telah sepakat untuk bekerja sama dalam produksi, pelatihan, dan servis kendaraan tempur infanteri CV90 Swedia.
Zelensky mengatakan Ukraina akan mulai memproduksi kendaraan sebagai bagian dari kesepakatan.
Dia juga mendorong Kristersson untuk berbagi pesawat tempur Gripen Swedia dengan Ukraina.