Senin, 13 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Risiko Gagal Panen Mendera Petani Balikpapan dan Penajam Paser Utara

Kemarau yang mendera Indonesia kini menunjukkan dampak seriusnya. Satu di antaranya di daerah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur

TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Ilustrasi petani sayur-mayur di Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kemarau yang mendera Indonesia kini menunjukkan dampak seriusnya. Satu di antaranya di daerah Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kemarau yang mendera Indonesia kini menunjukkan dampak seriusnya. Satu di antaranya di daerah Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur

Ditemui Ketua Kelompok Tani Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Agus Basuki, merasakan pukulan keras akibat kondisi ini.

"Beberapa minggu ini, Balikpapan Utara tidak mengalami hujan. Tanaman buah-buahan kami mulai layu dan mengering," ungkap Agus Basuki, Selasa (22/8/2023).

Dari pantauan, sebagian daun mulai layu dan buah-buahan tak berkembang dengan baik akibat kekeringan.

Baca juga: Cegah Karhutla, BPBD Kutim Larang Warga Buka Lahan Baru di Musim Kemarau

Bahkan, sekitar dua hektar dari lahan yang baru ditanami juga terkena imbas kemarau yang
mengganas.

Meski telah berupaya menyirami tanaman, ketersediaan air semakin menipis. Agus telah menyiapkan tiga
sumber air sejak awal musim kemarau.

Namun karena kurangnya hujan, semua sumber airnya mulai mengering. "Kami siram tiga minggu sekali. Cuma karena nggak ada hujan, persediaan habis juga," beber Agus.

Tanaman pepaya mini, kacang panjang, tomat, dan buncis milik Agus telah mengeras akibat kekurangan air. Maklum, tanaman tersebut membutuhkan suplai air yang cukup banyak.

Baca juga: Air di Waduk Manggar Balikpapan Menyusut karena Kemarau, Warga Diminta Bijak Gunakan Air Bersih

Agus berharap hujan segera datang dalam beberapa hari ke depan, terutama di wilayah Karang Joang
kilometer 12, Balikpapan Utara.

Jika hujan tidak kunjung turun, Agus meyakini, risiko matinya tanaman yang baru tumbuh dan kegagalan panen semakin besar.

Sumber Air Darurat

Musim kemarau dikhawatirkan dapat mengganggu ketersediaan air baku masyarakat di Kabupaten
Penajam Paser Utara (PPU).

Mengantisipasinya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Budi Santoso mengatakan, itu menjadi atensi pihaknya, selain potensi kebakaran hutan dan lahan.

"Selama musim kemarau tidak hanya karhutla, tetapi siaga kekeringan," ungkapnya, Selasa (22/8/2023).

Kata Budi, kondisi kekurangan air bersih atau kekeringan, berpotensi terjadi di beberapa wilayah.

Baca juga: FOTO-FOTO: Kondisi Terkini Waduk Manggar Balikpapan Kala Musim Kemarau, Terlihat Tunggul Pohon

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved