Jumat, 8 Mei 2026

Berita DPRD Balikpapan

DPD Partai Golkar Kembali Bahas Jabatan Wawali Balikpapan Bersama Partai Koalisi

DPD Partai Golkar melakukan pertemuan lanjutan dengan partai pengusung pemenangan Rahmad Mas'ud dan Thohari Aziz

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan Abdulloh sekaligus Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan, Selasa (29/8/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - DPD Partai Golkar melakukan pertemuan lanjutan dengan partai pengusung pemenangan Rahmad Mas'ud dan Thohari Aziz.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan Abdulloh sekaligus Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Walikota (Wawali) Balikpapan, Selasa (29/8/2023).

"Jadi partai Golkar sudah menginisiasi untuk mengumpulkan partai pengusung, dengan mengerucutkan menjadi dua nama calon Wawali (Balikpapan)," ucapnya.

Dari hasil pertemuan tersebut, Abdulloh mengimbuhkan, masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dijalankan.

Sehingga partai Golkar sebagai ketua partai pengusung, akan menginisiasi untuk mengumpulkan partai pengusung kembali.

Baca juga: Budiono dan Istri Almarhum Thohari Aziz Kandidat Calon Wawali Balikpapan, Golkar Tidak Egois

Baca juga: 2 Nama Calon Wawali Balikpapan Mengerucut, Tinggal Satu Partai yang Belum Sepakat

Abdulloh menjelaskan, apabila partai pengusung belum atau bahkan tidak mengusulkan nama calon Wawali, maka partai pengusung dianggap tidak menggunakan hal politiknya.

"Karena itu sudah sesuai petunjuk dan arahan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), maka kami akan terus berjalan (sesuai dengan ketentuan)," ulasnya.

Sementara itu Ketua Harian DPD Golkar Balikpapan, Andi Arif Agung membenarkan telah adanya pertemua kedua dengan para partai pengusung.

Namun dari pertemuan itu, ada dua partai pengusung yang berhalangan hadir.

Bagi A3 sapaan akrabnya, pertemuan tersebut untuk menyegerakan enam nama calon Wawali Balikpapan yang diusulkan partai pengusung supaya bisa dikonkretkan.

"Dari nama-nama itulah kita simpulkan menjadi dua nama, yang kemudian dua nama itulah disampaikan ke Wali Kota Balikpapan untuk direkomendasikan kepada DPRD agar dilakukan proses pemilihan," terangnya.

Diuraikannya ada satu nama dari partai PKS untuk mengubah nama usulan yang sebelumnya Sayid MN Fadly diganti Wahidah.

"Tadi malam informasinya akan memberikan surat kepada teman-teman koalisi untuk perubahan nama atas nama Wahidah menjadi calon, nanti ini akan kita bahas bersama kita tuntaskan dipertemukan terkahir," jelas A3.

Baca juga: Rizal Effendi Nilai Partai Pengusung Bisa Desak Pengisian Kekosongan Jabatan Wawali Balikpapan

Dirinya juga menegaskan, pada pertemuan ketiga nantinya jika tidak dihadiri oleh salah satu partai pengusung maka pertemuan itu sudah dianggap tuntas.

"Karena mekanismenya adalah musyawarah mufakat, kalau memang tidak dicapai kata mufakat kemudian kita lakukan voting," tutur A3.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved