Berita Paser Terkini
Perumda Prima Jaya Taka Target 100 Ton Hasil Panen Gabah Petani di Desa Tajur Paser akan Diserap
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Prima Jaya Taka (PJT) mulai menyerap gabah para petani, saat musim panen tahun ini
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Prima Jaya Taka (PJT) mulai menyerap gabah para petani, saat musim panen tahun ini.
Penyerapan tersebut sebagai bentuk realisasi Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2022-2023 Pemkab Paser pada bidang pertanian, yaitu pengembangan industri pengolahan berbasis pertanian untuk menggerakkan perekonomian.
Direktur Perumda Prima Jaya Taka M Fitriansyah Mubarak menargetkan, pihaknya menargetkan 100 ton pembelian gabah panen khusus di Desa Tajur, Kecamatan Long Ikis dengan asumsi 150 hektare sawah yang sudah panen.
"Seluruh petani menjual gabahnya ke Perumda di Desa Tajur, untuk target kemungkinan akan terus bertambah seiring panen padi di beberapa kecamatan lain yang juga sebagai sentra pertanian padi," terang Fitriansyah, Selasa (29/8/2023).
Baca juga: Harga Gabah di Penajam Paser Utara Kerap Dimainkan Tengkulak, Kuota Pupuk Subsidi Berkurang
Baca juga: Tinjau Desa Penghasil Gabah Terbesar di Sulsel, Bupati dan Jajaran Studi Aplikatif di Bone
Dijelaskan, gabah panen petani tidak sepenuhnya dijual ke Perumda hanya 50 persen dari total produksi panen padi yang diperoleh.
"Belum lagi masuknya tengkulak yang menjadi saingan utama dalam pembelian gabah panen petani," tambahnya.
Ia menilai, produksi gabah panen di Desa Tajur terbilang rendah hanya mencapai 3 ton per hektare dan masih dibawah standar yang diinginkan pemerintah daerah.
Faktor tanah menjadi penyebab utama produksi padi tidak maksimal, sehingga program Agrosolution yang dirilis pada awal tahun 2023 bisa menjadi solusi petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
"Kami akan melakukan pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian berkelanjutan serta melibatkan rantai pasok yang didukung teknologi, dengan berbasis Triple Bottom-Line 3P (People, Planet, Profit) untuk memakmurkan Petani," papar Fitriansyah.
Program agrosolution, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, kenaikan keuntungan petani, adopsi praktek pertanian unggul dan penggunaan pupuk komersil.
Baca juga: Dari Program Ketahanan Pangan TNI AD, Poktan Binaan Kodim Sumbang 360 Ton Gabah Kering di Malinau
Perumda Prima Jaya Taka membeli gabah panen petani dengan harga bersih Rp5.000 per kilogramnya.
"Harga itu disesuaikan dengan kualitas gabah dan jarak angkut ke pabrik, sebagai dasar perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) beras, yang akan dipasarkan di wilayah Paser," tutup Fitriansyah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Perumda-Prima-Jaya-Taka-Fitriansyah-Mubarak.jpg)