Berita Samarinda Terkini
4 Macam Gladi Tanggap Bencana di Samarinda, Andi Harun Mengapresiasi
Sebanyak kurang lebih 670 peserta mengikuti gladi kesiapsiagaan dan tanggap bencana Kota Samarinda
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
Baik itu pada pra bencana, saat terjadi bencana maupun usai bencana sangat diperlukan.
Termasuk tidak hanya memiliki peta resiko kebencanaan saja, tetapi juga harus memiliki personil dengan kemampuan penanggulangan bencana yang sesuai dengan standar operasional prosedur.
“Serta bagaimana kita membangun secara holistik seluruh stakeholder dalam upaya penanggulangan bencana,” tutur Andi Harun.
Menurut Walikota Andi Harun, pelaksanaan tersebut sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.
Serta Undang-undang Pemerintahan Nomor 21 tahun 2008 tentang penyelenggaran penanggulangan bencana.
Sesuai Kondisi Sebenarnya
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso mengatakan bahwa pelatihan ini telah dirancang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Bahkan dalam pelaksanaannya terdapat unsur 5 pentahelix, seperti:
- Pemerintah;
- Masyarakat;
- Media massa;
- Pengusaha;
- Perguruan tinggi;
- serta beberapa komunitas dan juga relawan.
Ini sebuah kolaboratif yang harus dilakukan di Kota Samarinda.
"Karena ini ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi sebuah bencana,” ujar Suwarso.
Kendati demikian, ia berharap agar pelaksanaan pelatihan kesiapsiagaan ini dapat diterapkan dengan maksimal.
“Konsepnya adalah keselamatan warga adalah yang paling utama,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230831_Gladi-Tanggap-Bencana-Samarinda.jpg)