Berita Samarinda Terkini
Ada Korban Tenggelam di Bekas Tambang Samarinda, BPBD akan Mitigasi
Hingga saat ini, tercatat korban tenggelam di danau bekas galian tambang berjumlah 45 orang di Kalimantan Timur
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, menyebutkan akan melakukan mitigasi bencana terkait beberapa kasus korban tenggelam di lubang bekas galian eks tambang di Samarinda.
Hingga saat ini, tercatat korban tenggelam di danau bekas galian tambang berjumlah 45 orang di Kalimantan Timur.
Dengan kasus terakhir yang terjadi pada 12 Agustus 2023 lalu yang menimpa seorang anak berusia 11 tahun di daerah Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur.
Menyoroti hal tersebut, Kepala BPBD Samarinda, Suwarso akan melakukan tindakan preventif dalam upaya pencegahan kecelakaan.
Baca juga: Korban Tenggelam di Dermaga Segara Palaran Samarinda Rupanya Pemilik Kapal Klotok
“Kami akan coba bangun komunikasi kepada pemilik, agar dapat memasang rambu rambu,” ungkap Suwarso pada TribunKaltim.co, Kamis (31/8/2023) saat ditemui di lokasi bekas galian tambang di Jalan Poros Samarinda - Bontang Kelurahan Tanah Merah, Samarinda, Kalimantan Timur.
Menurutnya, rambu peringatan sangat perlu diperhatikan dan dipasang di kawasan sekitar bekas lubang galian tambang.
Sebab hal tersebut bertujuan agar dapat mengurangi dan mencegah korban selanjutnya.
“Seharusnya di lokasi void atau eks tambang ada rambu-rambu seperti dilarang memancing dan berenang,” tuturnya.
Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Sedunia, PT IMM Komitmen Hijaukan Area Bekas Tambang
Kendati demikian, ia mengaku akan berkoordinasi dengan perusahaan tambang untuk melakukan kolaborasi terkait mitigasi kecelakaan.
“Ke depannya kita akan lakukan upaya kolaboratifnya,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230831_Lubang-Bekas-Tambang-di-Samarinda.jpg)