Senin, 18 Mei 2026

Video Viral

AS Ingin Perang Ukraina vs Rusia Terus Berlanjut, Paman Sam Pasok Senjata Rp 3,8 T

Amerika Serikat ingin perang Ukraina vs Rusia terus berlanjut, Paman Sam pasok senjata Rp 3,8 triliun

Tayang:
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan tambahan bantuan militer untuk Ukraina senilai 250 juta dolar AS atau setara Rp 3,8 triliun.

Termasuk peluru artileri, amunisi pertahanan udara, dan peralatan pembersih ranjau.

Dilansir dari Tribunnews.com, paket terbaru pengiriman senjata ini terjadi ketika Kiev berupaya melakukan gelombang serangan balasan terhadap kota-kota pendudukan Rusia yang dimulai Juni silam.

Departemen Luar Negeri AS menguraikan bantuan baru militer tersebut pada Selasa (29/8/2023).

Tercatat, Ukraina akan menerima amunisi tambahan berupa:

Sistem roket HIMARS, Rudal pertahanan udara AIM-9M, Roket Javelin dan senjata anti-tank lainnya, serta 3 juta butir amunisi senjata ringan.

Kedutaan Besar Rusia di Washington kemudian mengutuk transfer senjata tersebut sebagai “puncak kemunafikan”.

Pihak Kedubes Rusia juga mengatakan bahwa para pejabat AS bersikeras pada konsep memerangi Rusia sampai ke titik darah terakhir Ukraina.

Dengan kata lain, Rusia menuding AS menggunakan Ukraina sebagai pion, mendukungnya dalam perang jangka panjang meski sang pion akan berdarah-darah.

Kedutaan Rusia kemudian menghubungkan bantuan tersebut dengan pernyataan Senator AS, Mitt Romney, yang menyatakan kalau bantuan Amerika ke Kiev membantu “melemahkan” Rusia dan Tiongkok dengan 'harga murah'.

"Bantuan tersebut (dari AS ke Ukraina) merupakan “belanja pertahanan nasional terbaik yang pernah kita lakukan menurut saya,” kata Mitt Romney.

Sementara itu, Amerika Serikat diklaim akan memberikan bantuan militer jangka panjang ke Ukraina untuk perang melawan Rusia.

Serupa dengan jenis dukungan yang diberikan Washington kepada Israel.

Klaim itu dilontar Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dalam sebuah wawancara TV, Minggu (27/8/2023).

Dilansir dari Tribunnews.com, pemimpin Ukraina tersebut bahkan yakin kalau pergantian kepemimpinan di Gedung Putih tidak akan mempengaruhi komitmen AS ke Ukraina tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved