Berita Kukar Terkini
Sejarah Hari Jadi Kota Tenggarong yang Diperingati Pada 28 September
Inilah Sejarah Hari Jadi Kota Tenggarong yang merupakan salah satu Kota di Provinsi Kalimantan Timur, diperingati pada tanggal 28 September tiap tahun
Penulis: Amilia Lusintha | Editor: Amilia Lusintha
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Inilah Sejarah Hari Jadi Kota Tenggarong yang merupakan salah satu Kota di Provinsi Kalimantan Timur, diperingati pada tanggal 28 September setiap tahunnya.
Diketahui, Tenggarong merupakan sebuah kecamatan sekaligus ibu Kota dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Wilayah Tenggarong terbagi menjadi 12 kelurahan dan 2 desa, memiliki luas wilayah mencapai 270,00 km persegi dengan jumlah penduduk sebanyak 108.539 (2021).
Seperti Kota lainnya, Tenggarong juga memiliki sejarah panjang dibalik pendiriannya.
Sejarah Hari Jadi Kota Tenggarong
Ya. Kota Tenggarong merupakan ibu Kota Kesultanan Kutai Kartanegara in Martadipura.
Kota ini didirikan pada tanggal 28 September 1782 oleh Raja Kutai Kartanegara ke-15.
Cikal bakal berdirinya Tenggarong adalah rantau (pantai sepanjang teluk) bernama Tepian Pandan yang telah dihuni masyarakat Puak Kedang Lampong sejak 1730.
Raja Kutai Kartanegara ke-15 yaitu Aji Muhammad Muslihuddin.
Ia dikenal pula dengan nama Aji Imbut.
Ketika Aji Imbut memutuskan untuk memindahkan ibu Kota kerajaan dari Pemarangan ke wilayah ini, Tepian Pandan pun dipilih sebagai lokasi yang baru.
Tepian Pandan kemudian diganti namanya menjadi Tangga Arung, yang bermakna "rumah raja".
Namun, seiring perjalanan waktu, Tangga Arung lebih dikenal dengan sebutan Tenggarong.
Saat ini, jejak sejarah yang masih dapat ditemui di Tenggarong termasuk bekas Istana Kesultanan Kutai yang telah diubah menjadi Museum Mulawarman.
Selain itu, Masjid Jami' Hasanuddin juga hadir sebagai peninggalan bersejarah yang menjadi masjid tertua di Tenggarong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230831_Sejarah-Hari-Jadi-Kota-Tenggarong_2.jpg)