Berita Samarinda Terkini
Warga Samarinda Alami Krisis Air Bersih, Terpaksa Ada yang Pakai Air Galon
Kontan saja, ada warga yang mengambil jalan keluar membeli air galon untuk gantikan pemenuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ada kisah warga Samarinda yang mengalami krisis air bersih, lantaran tidak mendapat akses pelayanan air PDAM Tirta Kencana.
Kontan saja, ada warga yang mengambil jalan keluar membeli air galon untuk gantikan pemenuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Saat ini, pelayanan Perumdam Tirta Kencana Samarinda tengah dikeluhkan sejumlah masyarakat.
Yakni mereka yang bermukim di Jalan Wahid Hasyim II, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Baca juga: Musim Kemarau Melanda, Petani di Balikpapan Utara Menghadapi Krisis Air
Pasalnya warga yang bermukim di Gang Wahyu, Gang Kami dan Lorong Abadi, Kelurahan Sempaja Utara mengaku krisis air bersih.
Nur (53), salah seorang warga Gang Wahyu, RT 39 mengatakan mereka sudah kesulitan air sejak dua minggu terakhir.
Air PDAM tak mengalir. Bahkan untuk sekadar keperluan membersihkan diri dikatakannya tak mencukupi.
"Enggak mandi. Cebok juga pakai air sumur tapi pantat gatalan. Terpaksa pakai air galon," beber Nur kepada Tribunkaltim.co, Minggu (3/9/2023) petang ini.
Tidak hanya Nur, keluhan serupa juga disampaikan oleh Supriadi.
Baca juga: Dampak El Nino Puluhan Santri di Desa Sumber Sari Kutai Kartanegara Mengalami Krisis Air Bersih
Pria 38 tahun itu mengatakan, lantaran air sudah tak mengalir selama hampir tiga minggu, mereka terpaksa membeli air PDAM dengan harga Rp 300 ribu.
"Itu 5000 liter. Cukup untuk 5 hari. Kalau yang pickup atau 1200 liter Rp 100 ribu. 2 hari habis," rinci Supriadi.
Dengan kondisi tersebut, warga setempat yang notabene merupakan kalangan menengah ke bawah mengaku keberatan harus terus menerus membeli air.
Sementara, setiap bulan mereka juga taat membayar pemakaian air PDAM meski lebih sering tak mendapatkan air.
"Beli beras 300 ribu bisa buat sebulan. Ini beli air seminggu bisa 600 ribu. Mau tidak beli tapi masak nasi juga perlu air," keluhnya.
Baca juga: Daftar 18 Lokasi di Bontang Selatan Mati Air PDAM, Ribuan Pelanggan Kena Dampak
Kondisi sulitnya air tersebut juga dibenarkan oleh Suwarno, selaku Ketua RT 39.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230904_Gang-Wahyu-Samarinda-Kekeringan-Air-Bersih.jpg)