Berita Nasional Terkini

Usulan BNPT untuk Kontrol Rumah Ibadah Tuai Kritik, MUI: Langkah Mundur dan Tidak Sesuai Pancasila

BNPT mengusulkan agar pemerintah mengontrol semua tempat ibadah di Indonesia agar tidak menjadi sarang radikalisme. Tak ayal usulan itu menuai kritik.

|
Editor: Heriani AM
TribunJabar.id/Muhamad Syarif Abdussalam
Kepala Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel seusai membuka Sarasehan Dai dan Daiyah di Kota Bandung, Rabu (24/5/2023). BNPT mengusulkan agar pemerintah mengontrol semua tempat ibadah di Indonesia agar tidak menjadi sarang radikalisme. Tak ayal usulan itu menuai kritik. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Rycko Amelza Dahniel mengusulkan agar semua tempat ibadah berada di bawah kontrol pemerintah mendapat respons keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI).

Diketahui, BNPT mengusulkan agar pemerintah mengontrol semua tempat ibadah di Indonesia agar tidak menjadi sarang radikalisme. Tak ayal usulan itu menuai kritik.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menegaskan, pihaknya sangat menyesalkan usulan itu.

Baca juga: Terbaru! Terjawab Sudah Siapa Pengganti Boy Rafli Amar jadi Kepala BNPT Baru? Begini Kata Mahfud MD

Baca juga: Gandeng BNPT, Pupuk Kaltim Perkuat Pengamanan Obvitnas dari Potensi Terorisme

Baca juga: Terbaru! Akses cekbansos.kemensos.go.id untuk Cek Data BNPT BLT Minyak Goreng dan Bantuan Sembako

Usulan itu jelas bertentangan jiwa dan semangatnya dengan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 yang mengatakan : Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu dan juga bertentangan jiwa dan semangatnya dengan Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yang mengatakan bahwa Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Ia mengatakan bahwa kebebasan beribadah dan berpendapat di Indonesia sudah merupakan sebuah hak yang dilindungi oleh konstitusi.

"Oleh karena itu jika kepala BNPT mengusulkan agar rumah ibadah diawasi dan dikontrol oleh pemerintah ini jelas sebuah langkah mundur dan mencerminkan cara berfikir serta bersikap yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi yang sudah kita bangun dan kembangkan selama ini secara bersusah payah," kata dia dalam pesannya kepada Tribunnews.com, Selasa (5/9/2023).

Anwar mengatakan, cara berfikir dan bersikap yang disampaikan oleh kepala BNPT tersebut jelas tidak baik dan tidak benar karena mengarah kepada corak kepemimpinan yang tiranic dan despotisme yang lebih mengedepankan pendekatan security approach dan mengabaikan pendekatan-pendekatan yang lebih bersifat dialogis, objektif dan rasional.

"Cara-cara kepemimpinan seperti ini biasanya dipergunakan orang dalam kepemimpinan yang bersifat otoritarianisme dan itu sudah jelas tidak sesuai jiwa dan semangatnya dengan falsafah dan hukum dasar negara kita yaitu pancasila dan UUD1945," urai dia.

Salah satu rumah ibadah di PPU.
Salah satu rumah ibadah di PPU. (TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU)

Mengamini hal yang sama, Ketua Umum PGI Pdt Gomar Gultom menuturkan, usulan itu merupakan langkah mundur dari proses demokratisasi paska reformasi 1998.

Menurutnya, demokrasi adalah alat untuk mencapai masyarakat adil dan makmur, dimana pemerintah harus mempercayai rakyatnya untuk bisa mengatur dirinya, termasuk dalam hal pengelolaan rumah ibadah.

"Pemikiran Rycko yang menghendaki agar pemerintah mengawasi setiap agenda ibadah yang digelar di tempat ibadah serta mengawasi tokoh agama yang menyampaikan dakwah atau khotbah, hanya menunjukkan sikap frustrasi pemerintah yang tak mampu mengatasi masalah radikalisme," kata dia kepada wartawan, Selasa (5/9/2023).

Baca juga: Oklin Fia Disebut Bakal Jadi Duta MUI hingga Jadi Inspirasi Anak Muda Buat Konten karena Hal Ini

Ia mengatakan, masalah yang seharusnya diatasi adalah tidak tegasnya pemerintah menghadapi berbagai ujaran kebencian yang mendorong budaya kekerasan di tengah masyarakat.

Bahkan perilaku intoleran yang disertai dengan tindak kekerasan, apalagi atas nama agama, sering luput dari tindakan hukum oleh negara.

"Ketimbang memberlakukan usulan Kepala BNPT, saya lebih meminta keseriusan dan tindakan tegas pemerintah atas ujaran kebencian, aksi intoleran dan tindak kekerasan, seturut hukum yang berlaku," tegas Pdt Gultom.

Selain itu, hal lain yang mendesak dilakukan bersama oleh seluruh elemen bangsa adalah pembudayaan cinta damai dan cinta kemanusiaan, menghargai perbedaan, serta mengakomodasinya dalam membangun hidup bersama, termasuk mengakomodasi kebutuhan akan rumah ibadah, oleh umat beragamana apapun.

Baca juga: BREAKING NEWS: Wapres Maruf Amin Dijadwalkan ke Samarinda, Ajak MUI dan Habib Salat Jumat Bersama

Di sisi lain, pemerintah pun perlu lebih peka mendengar kritik masyarakat, termasuk dari para tokoh agama atau pemdakwah, dan jangan cepat-cepat menghakiminya sebagai bagian dari radikalisme.

Oklin Fia Duta MUI?

Kabar terbaru Oklin Fia kini sudah kembali mengaktifkan media sosial pribadinya pasca menemui Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena membuat konten tak senonoh.

  Oklin Fia pun kini harus menerima ganjarannya, selain dihujat publik, selebgram tersebut juga harus berurusan dengan kepolisian.

Diketahui, Oklin Fia membuat konten makan es krim tepat di depan area vital seorang pria.

  Oklin Fia membeberkan alasannya membuat konten viral tersebut.

Baca juga: Kabar Terbaru Oklin Fia: Konten Es Krim Terinspirasi dari Sosok Selebgram Luar Negeri, Siapa?

Jika sebelumnya mental Oklin Fia sempat down karena dihujat netizen.

Namun kini kepercayaan diri Oklin Fia sudah mulai bangkit lagi.

Bahkan dirinya sudah siap mengaktifkan media sosialnya lagi dan menjadi content creator yang lebih baik lagi.

Kondisi tersebut terjadi ketika selebgram muda itu mendapat wejangan dari MUI, sehingga kini Oklin kembali bangkit dari keterpurukannya.

“Kondisinya memang belum stabil, tapi sekarang udah jauh lebih baik,” katanya.

Dikatakan kuasa ukum Oklin Fia, Budiansyah bahwa kliennya bisa dijadikan motivasi bagi anak-anak muda yang terpeleset dalam membuat konten.

“Jadi Oklin ini bisa jadi inspirasi bagi siapa saja yang terpeleset, oh saya masih diberikan tempat, saya masih diberikan ruang, saya masih diberikan kesempatan untuk menginspirasi banyak orang,” sebut Budiansyah.

Menurut Budiansyah, Oklin Fia sudah menyampaikan permohonan maafnya karena membuat konten tak senonoh.

Bahkan Oklin Fia menyesal lantaran pernah membuat konten jilat ice cream di media sosial.

“Oklin berjanji ingin memperbaiki dirinya,” sebut kuasa hukum Oklin Fia, Budiansyah.

Baca juga: Sosok Perekam Video Jilat Es Krim Oklin Fia dan Nasibnya Kini Usai Polisi Turun Tangan

Budiansyah mengatakan bahwa kejadian yang dialami Oklin Fia akan dijadikan pengalaman yang sangat berharga.

“Oklin juga dibimbing untuk terus berkarya, silahkan membuat konten yang kreatif,” sebut Budiansyah.

Budiansyah tak mau masalah ini membuat Oklin Fia berhenti berkreativitas.

“Jangan jadikan masalah ini membuat Oklin tak mau kreatif lagi, tak mau aktif di Sosmed lagi” ujar Budiansyah.

“Dipersilahkan Oklin untuk terus berkreasi tapi dengan konten yang kreatif,” kata Budiansyah.

Bahkan dikabarkan Oklin Fia akan diangkat menjadi Duta MUI oleh Majelis Ulama Indonesia.

“Kemarin sempat ada penyampaian seperti itu,” sebut Budiansyah.

Oklin Fia Janji Buat Konten yang Baik

Oklin Fia lagi-lagi memohon maaf atas konten jilat cream yang sempat ia buat beberapa waktu lalu.

Bahkan Oklin Fia langsung menemui Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meminta maaf atas perbuatannya itu.

Oklin Fia meminta maaf atas seluruh kesalahan yang pernah ia perbuat.

“Sekali lagi, saya dengan segala kerendahan hati ingin meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada saudara-saudara umat Muslim, atas konten yang kurang pantas yang telah saya buat,” tulisnya.

Oklin Fia mengaku menyesal karena sudah membuat konten tersebut.

Bahkan ia berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan yang bisa menjatuhkan harga diri agama manapun.

“Saya sangat menyesal atas ketidakbijaksanaan tersebut dan saya berjanji untuk tidak mengulanginya kembali,” tulisnya.

Baca juga: Oklin Fia Tetap Bikin Konten Meski Dipolisikan Usai Konten Jilat Es Krim Viral, tak Kapok?

Kedepan Oklin Fia berjanji tak akan membuat konten tak senonoh lagi.

“Kedepannya saya berkomitmen untuk memperbaiki konten-konten saya agar lebih baik," katanya.

Ia berjanji akan terus membuat kegiatan yang positif nantinya.

"Saya akan terus belajar agar dapat memberikan kontribusi positif bagi segenap masyarakat Indonesia. Terima kasih atas pengertiannya,” pungkasnya.

Namun meski sudah meminta maaf tetap saja warganet tak simpati dengan Oklin Fia.

Baca juga: Alasan Oklin Fia Bikin Konten Jilat Es Krim, Terungkap Juga Siapa Sosok Pria Perekam Videonya

Hal ini lantaran pengakuan Oklin Fia yang mengaku bahwa konten yang selama ini ia buat adalah hal biasa.

Hingga banyak yang menyarankan agar proses hukum terhadap Oklin Fia tetap berjalan meskipun dirinya sudah minta maaf.

marissyaichareal: Di Maafkan pihak MUI ( karna sebagaimana sesama Manusia yang di ajarkan Tuhan kan kalau ada yg meminta maafkan sudah semestinya di maafkan yah ? ) But Laporan di Bareskrim tapi tetap berjalanan ya sist 

rachman_dull: PROSES HUKUM HARUS TETAP BERLANJUT!!! BIAR GAK ADA YG NGE GAMPANGIN HUKUM!!

cindyysam: bikin konten boleh, tp jangan lah merendahkan diri dan pakaian yg kau pakai itu.

(*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BNPT Usul Pemerintah Kontrol Tempat Ibadah, MUI hingga PGI Tegas Menolak.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved