Kamis, 9 April 2026

Berita Berau Terkini

Cara Guru di Berau Menciptakan Sekolah yang Menyenangkan

Gerakan Sekolah Menyenangkan, mendorong inovasi para tenaga pendidik di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Salah seorang siswa kelas Fikri yang melakukan absensi pagi dengan ID Card ciptaan Fikri sebagai wali murid kelas 6 SDN 15 Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Gerakan Sekolah Menyenangkan, mendorong inovasi para tenaga pendidik di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

Salah seorang guru SDN 015 Tanjung Redeb, memulai hal tersebut secara sederhana, agar para muridnya bisa datang ke sekolah lebih pagi dan tepat waktu.

Fikri Abdillah (26) merupakan wali kelas 6 tersebut. Melakukan inovasi dengan menciptakan ID Card yang ia berikan kepada para siswa di kelas.

Bukan hanya ID Card biasa, namun kartu identitas tersebut berisi barcode dengan identitas siswa yang tergabung dengan daftar presentasi siswa. Semua dilakukan secara digital.

Baca juga: Diikuti Tenaga Pendidik di Berau, PT Berau Coal Gelar Pelatihan Gerakan Sekolah Menyenangkan

Jadi nanti setelah mereka Scan QR Barcode, nanti akan muncul kartu presensi otomatis. Isinya profile mereka, lengkap dengan jam mereka turun.

"Ya, kayak program absensi orang kantoran gitu,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (8/9/2023).

Kemudian, sistem tersebut dianggap Fikri juga melatih kejujuran siswa, dalam presensi kehadiran.

Itu juga, agar memacu pada murid agar bisa hadir di sekolah dengan semangat.

Mana lagi, saat ini bukan lagi masa pandemi yang tentunya mengharuskan murid untuk datang ke sekolah.

Baca juga: Pemkab Berau Usahakan Penambahan Kelas Bagi Sekolah yang Membutuhkan

Seperti yang menanamkan hal yang baru kepada siswa, tentu metode absensi itu mendapat respon yang baik dari para siswa.

Mereka bahkan berlomba-lomba untuk berangkat lebih pagi, dibandingkan biasanya. Itu juga menjadi tujuan dari penciptaan Gerakan Sekolah Menyenangkan.

“Saya memang membuat ini untuk memicu siswa agar lebih semangat. Supaya mereka percaya diri untuk turun sekolah," katanya.

"Dan berlomba-lomba untuk berangkat pagi,” bebernya.

“Meraka merasa senang, apalagi cardnya itu digantung dileher. Banyak dari mereka yang tidak mau lepas kartunya alasannya biar keren pak,” jelasnya.

Hal itu tentu memicu dirinya untuk terus berinovasi sebagai tenaga pengajar.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved