Berita Kutim Terkini
Kasus TBC di Kutim Capai 470 Per Agustus 2023, 25 Persen Anak-Anak
Penyakit Tuberkulosis (TBC) atau TB di Kabupaten Kutai Timur per Agustus 2023 ini mencapai 470 kasus yang mana sebanyak 117 kasus dialami anak-anak.
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Penyakit Tuberkulosis (TBC) atau TB di Kabupaten Kutai Timur per Agustus 2023 ini mencapai 470 kasus yang mana sebanyak 117 kasus dialami oleh anak-anak.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kutim, M. Yusuf didampingi oleh Pengelola Program TBC, Harwati saat dijumpai di ruangannya, Senin (18/9/2023).
Berdasarkan data tersebut, ia mengaku wilayah Kutai Timur menjadi nomor 4 jumlah penyakit TBC se-Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
"Ini yang juga menjadi perhatian bagi kita semua, dari 470 kasus, 117an dialami oleh anak-anak, 25 persen dari total kasus, padahal ini generasi kita," ungkapnya.
Baca juga: Bekali Pelatihan Budidaya Jamur Tiram, Yasiwa dan Fordas Kutim Sasar Anak Sekolah
Menurutnya, orang terkena TBC menyebabkan kurangnya nafsu makan sehingga apabila diderita oleh anak-anak yaang sedang masa pertumbuhan, maka berpotensi mengakibatkan stunting.
Sebab, secara teori perkembangan otak pada anak dialami hingga 5 tahun.
Oleh sebab itu, apabila anak-anak yang terkena penyakit TBC maka seharusnya orang tua juga harus diobati karena dikawatirkan anak-anak tertular dari ornag tuanya.
"Pengobatan juga harus intens, selama 2 bulan berturut-turut harus konsumsi obat setiap hari, ada 1 hari saja terlewat, maka diulangi lagi dari awal, baru setelah bulan ketiga sampai keenam bisa 2 minggu sekali," jelasnya.
Baca juga: Demokrat Dukung Prabowo, Pengamat: Tak Berpengaruh pada Koalisi Lain, Presiden Tak Dipilih Parlemen
Lanjutnya, kebanyakan TBC itu diderita oleh masyarakat yang tidak mampu, dimana memiliki ekonomi yang lemah, pengetahuan kesehatan juga lemah, rumahnya tidak sehat dan kumuh.
Namun, tak perlu kawatir, bagi penderita TBC bisa langsung ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat untuk meminta pengobatan.
"Gratis, soalnya itu ada bantuan bahkan dari dunia saja juga membantu misalnya belum lama ini mendapatkan bantuan makanan bergizi," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230903_sekretaris-dinkes-kutim.jpg)