TPA Bukit Pinang Samarinda Terbakar

Cuaca Kota Samarinda dan Sekitarnya Sangat Ektrem, Selasa Kemarin Capai 35 Derajat Celcius

Cuaca Kota Samarinda dan Sekitarnya Sangat Ektrem, Selasa Kemarin Capai 35 Derajat Celcius

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Mathias Masan Ola
HO
TPA Bukit Pinang 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Cuaca Kota Samarinda dan Sekitarnya Sangat Ektrem, Selasa Kemarin Capai 35 Derajat Celcius.

Hal ini diduga merupakan salah satu dampak dari kebakaran TPA Bukit Pinang Samarinda beberapa hari terakhir.

BPBD Kota Samarinda bersama pejabat fungsional dan struktural sudah mulai melakukan survei ke permukiman penduduk yang dekat dengan TPA Bukit Pinang.

Baca juga: Cuaca Ekstrem di Balikpapan Berimbas Jarak Pandang Penerbangan, Berikut Penjelasan BMKG

Lokasi TPA Bukit Pinang siang ini masih terbakar. Terpantau kobaran api muncul di tengah teriknya cuaca, Senin (25/9/2023).
Lokasi TPA Bukit Pinang siang ini masih terbakar. Terpantau kobaran api muncul di tengah teriknya cuaca, Senin (25/9/2023). (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA)

Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso mengingatkan warga agar selalu menggunakan masker untuk menghindari dampak asap dan debu.

"Melalui media kami imbau kepada masyarakat agar menghindari perjalanan yang tak perlu. Karena cuaca Samarinda sangat ektrem, yakni 35 derajat celcius. Gunakan masker untuk mengurangi dampak debu ataupun asap," pungkasnya.

Dalam mitigasi itu, selain memastikan tak ada warga yang terkena infeksi saluran pernafasan akut (Ispa), mereka juga membagikan masker guna mengurangi kemungkinan tersebut.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem di Kota Balikpapan, Ada Potensi Hujan Es

Empat hari berlalu, hingga Rabu (27/9/2023), kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA  Bukit Pinang Samarinda belum dinyatakan padam.

Meski begitu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, berkat usaha tanpa mengenal lelah pemadam kebakaran (PMK) gabungan, saat ini (kemarin) titik api sudah dapat dikatakan mulai penurunan.

"Jadi wilayah lembah itu sudah tinggal asapnya. Hanya saja pada bagian atas ada yang masih menyala. Kalau siang tidak terlihat. Malam baru kelihatan titik apinya," kata Suwarso saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon sore ini.

Pihaknya juga telah melaksanakan upaya mengurangi risiko (mitigasi bencana) polusi akibat kebakaran TPA yang terjadi sejak Minggu (24/9/2023) tersebut.  (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved