Minggu, 26 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Anak Ibu Kota Kaltim Perlu Baca Buku Ini, Diskusi Perang di Samarinda Menarik untuk Disimak

Anak Ibu Kota Kaltim Perlu Baca Buku Ini, Diskusi Perang di Samarinda Menarik untuk Disimak

Penulis: Nevrianto Hardi Prasetyo | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
Anak Ibu Kota Kaltim Perlu Baca Buku Ini, Diskusi Perang di Samarinda Menarik untuk Disimak. Moderator dan pembicara Diskusi Buku Perang di Samarinda di Perpustakaan Kota Samarinda (4/10/2023). Dari kiri ke kanan: Salasmita, Nanda Puspita Sheilla, Muhammad Sarip, Inui Nurhikmah, Rusmadi Wongso.TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Anak Ibu Kota Kaltim Perlu Baca Buku Ini, Diskusi Perang di Samarinda Menarik untuk Disimak.

Buku ini dibahas dalam satu forum diskusi di Samarinda dan dihadiri sejumlah kalangan intelektual.

Banyak sekali informasi yang selama ini tidak banyak diketahui orang, tentang sejarah Kota Samarinda setelah Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

Baca juga: Komunitas Jelajah Tampilkan Koleksi Foto Sejarah Samarinda di Kaltim Expo 2023

Kegiatan literasi bertajuk Diskusi Buku Perang di Samarinda digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Jalan Kusuma Bangsa, pada Rabu (4/10/2023).

Forum yang membahas sejarah lokal ini selain menghadirkan narasumber sejarawan Muhammad Sarip, juga menampilkan pembicara dari unsur publik pembaca, yaitu Nanda Puspita Sheilla.

Pengurus Daerah GPMB (Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca) Kota Samarinda sebagai penyelenggara acara ini, bermaksud memberikan ruang bicara publik kepada generasi muda mengenai pengajaran sejarah yang dialami di sekolah.

Nanda pun mengaku antusias membaca karya sejarah bertema Samarinda karena ia mengaku tidak mendapatkan pengetahuan sejarah lokal di bangku sekolah.

Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hetifah Sjaifudian dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin hadir dalam diskusi implementasi nilai-nilai kebangsaan bentuk kemerdekaan belajar, di Hotel Senyiur, Kota Samarinda, Selasa (29/8/2023). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hetifah Sjaifudian dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin hadir dalam diskusi implementasi nilai-nilai kebangsaan bentuk kemerdekaan belajar, di Hotel Senyiur, Kota Samarinda, Selasa (29/8/2023). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY)


“Saya lahir di Samarinda. Orangtua saya orang Samarinda. Jadi, saya merasa perlu mengetahui sejarah Kota Samarinda. Buku yang ditulis oleh Bang Sarip ini saya baca dalam sehari langsung selesai,” ujar Nanda.

Perempuan yang berprofesi sebagai pegawai swasta itu mengungkapkan, ternyata setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, tidak seluruh wilayah Indonesia yang merdeka.

“Cuma tentara Jepang yang angkat kaki dari Indonesia. Sedangkan Belanda kembali menduduki wilayah Nusantara, termasuk juga di Samarinda,” papar Nanda.

Sementara itu, Sarip mengungkap, dirinya perlu waktu bertahun-tahun untuk roses rekonstruksi sejarah Revolusi Kemerdekaan di Samarinda.

“Perjuangan Indonesia Merdeka di Samarinda itu merupakan proses yang holistis. Perjuangan tidak semata dengan gerakan bersenjata api dan bersenjata tajam, tetapi juga sinergi lintas elemen dengan taktik politik, pendidikan, media pers, tulisan, dan sektor lainnya.


Buku karya Sarip berjudul lengkap Perang di Samarinda: Sejarah Perjuangan Indonesia di Ibu Kota Kalimantan Timur 1945–1949.

Buku ini terbit tahun 2023 dan diberi kata pengantar oleh salah satu pimpinan tinggi madya Otorita Ibu Kota Nusantara, Dr Myrna A Safitri, yang juga cucu seorang pejuang dari Samarinda.

Ketua GPMB Samarinda yang juga Wakil Wali Kota Samarinda Dr Rusmadi Wongso turut menjadi pembicara yang membedah isi buku. Unsur pustakawan Inui Nurhikmah juga mempresentasikan ulasannya terhadap buku tersebut.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved