Selasa, 14 April 2026

Berita Kutim Terkini

Sekian Hari Panas, Sangatta Kutai Timur Akhirnya Diguyur Hujan Sebentar

Musim kemarau telah melanda di seluruh kecamatan Kabupaten Kutai Timur, tak terkecuali Kota Sangatta sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota.

Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS
Ilustrasi - Setelah sekian hari tidak hujan, Kota Sangatta diguyur hujan sebentar dengan cukup deras di siang hari. TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS 
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Musim kemarau telah melanda di seluruh kecamatan Kabupaten Kutai Timur, tak terkecuali Kota Sangatta sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota dari Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Saat dihubungi, Kabid Kedaruratan, Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Muhammad Naim bahwa musim kemarau di Kutim belum pasti kapan akan berakhir.
Menurutnya, prakiraan cuaca yang diinformasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih belum bisa diprediksi secara jelas.
"Mudah-mudahan ini (kemarau) cepat berlalu, terbukti hari ini kita sudah diguyur hujan, mudah-mudahan selanjutnya intensitas hujan makin banyak," ungkapnya saat menghubungi Tribunkaltim.co, Senin (9/10/2023).
Lanjutnya, dengan intensitas hujan yang turun lebih sering maka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutai Timur pada umumnya tidak terjadi lagi.
Diketahui, sejak siang tadi sekitar pukul 13.17 Wita, Kota Sangatta diguyur hujan yang cukup deras. Berawal dari Jalan Poros Sangatta alias Jalan Yos Sudarso lalu menyusul Jalan Pendidikan dan Kawasan Bukit Pelangi pun diguyur hujan cukup deras.
Tak hanya itu, berdasarkan postingan di media sosial, wilayah Sangatta Lama dan Sangatta Seberang atau Kecamatan Sangatta Selatan juga terpantau hujan gerimis.
Kendati demikian, hujan yaang mengguyur Kota Sangatta siang tadi terbilang hanya sebentar.
Oleh sebab itu, BPBD Kutim juga terus mengimbau agar masyarakat hati-hati dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar untuk sementara waktu di musim kemarau karena dapat membahayakan baik untuk pelaku maupun warga di sekitar.
"Jadi harapan kami kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena situasi kemarau ini snagat membahayakan, kalaupun harus membakar harus koordinasi sehingga bisa diantisipasi," pungkasnya. (*)
Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved