Berita Kaltim Terkini
Pemprov Kaltim Koneksikan usaha Besar dan UMKM Instruksi Kementerian Investasi Optimalkan Kemitraan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan koneksikan kemitraan geospasial antara pelaku usaha besar dan Unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik sat bersama Kepala DPMPTSP Kaltim Puguh Harjanto, Pemerintah Provinsi tengah mempersiapkan terkait kemitraan antara pelaku usaha besar dan Unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Koperasi. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan koneksikan kemitraan geospasial antara pelaku usaha besar dan Unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Koperasi.
Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Peraturan Menteri Investasi/Kepala BPKM RI Nomor 1 Tahun 2022 bertajuk tentu sebagai instruksi khusus guna mengoptimalkan kemitraan.
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menyebut akan mengedepankan data untuk membangun kemitraan usaha.
"Kemitraan membutuhkan data presisi, akan bagus jika kedua pihak memiliki data yang tepat. Pelaku usaha besar dan pelaku UMKM juga harus memiliki data yang tepat," tegasnya, Jumat (20/10/2023).
Data menjadi penting, kemitraan antara pelaku usaha besar tersebut, agar tidak memicu keributan dan keluhan UMKM semisal ada bantuan dana, tetapi tidak tepat sasaran.
Tidak sedikit ketidaktepatan kebijakan, akibat tidak akuratnya data yang dijadikan rujukan dan pijakan.
"Ini yang ke depan harus kita siapkan, agar intervensi kita tepat dan akurat. Jadi tidak mudah sesungguhnya kemitraan itu, jika tidak didukung dengan data yang presisi," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Puguh Harjanto, menangkap apa yang dikatakan Pj Gubernur menjadi salah satu agenda penting di dalam investasi.
Tujuannya kemitraan antara usah besar dan UMKM tentu guna mengkoneksikan keduanya, data akan menjadi acuan pihaknya bergerak untuk mendorong laju kemitraan.
"Jadi catatan kami bahwa belum maksimal untuk kemitraan antara investor usaha besar dengan pelaku UMKM di daerah, kami mendorong ini," ujarnya.
Multiplier effect kegiatan ini juga diharapkan bisa maksimal dengan adanya kemitraan pelaku usaha besar.
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terpilih sebagai lokasi pilot project untuk program tersebut.
Tercatat ada 51 perusahaan besar berasal dari Kukar yang telah bersepakat, dengan menandatangani untuk mendukung kemitraan pelaku usaha dengan UMKM dan koperasi.
Ada 24 perusahaan dari sektor pertambangan, 16 perusahaan dari sektor perkebunan, dan 11 perusahaan dari jasa lainnya.
Puguh menegaskan, pihaknya mendorong secara geospasial untuk bermitra dengan pelaku usaha yang terbesar di wilayah tertentu.
"Harapan kami, bisa memberdayakan masyarakat lokal agar ekonominya berdaya dan UMKM bisa naik kelas," pungkasnya. (*)
Berita Terkait
Berita Terkait: #Berita Kaltim Terkini
Panen Raya di Lahan Pasca-tambang jadi Transformasi Ekonomi Hijau Kaltim |
![]() |
---|
Disdikbud Kaltim Ancam Beri Sanksi ke Sekolah Jika Siswa SMA/SMK Ikut Aksi Demo |
![]() |
---|
11 Gugatan Aliansi Mahakam, Ajak Warga Gabung Aksi Besar-besaran di Kantor DPRD Kaltim |
![]() |
---|
5 Daerah dengan Angka Penemuan Kasus Penyakit Menular TBC Terbanyak di Kalimantan Timur |
![]() |
---|
Satbrimob Polda Kaltim Gelar Sholat Gaib dan Doa Bersama untuk Almarhum Affan Kurniawan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.