Kamis, 30 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Dukung Percepatan Digitalisasi IKN, Apindo Luncurkan Program Kota Masa Depan Agar UMKM Naik Kelas

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) meluncurkan program Kota Masa Depan bertajuk Berani Digital di Balikpapan, yang berlangsung di Pasar Segar

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA INTAN
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) meluncurkan program Kota Masa Depan bertajuk Berani Digital di Balikpapan, untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar naik kelas bak di kota-kota potensial.TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA INTAN 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meluncurkan program Kota Masa Depan bertajuk Berani Digital di Balikpapan, yang berlangsung di Pasar Segar Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (6/11/2023).

Adapun program tersebut merupakan akselerasi untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar naik kelas bak di kota-kota potensial.

Tak hanya demikian, Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani mengatakan inisiatif ini sekaligus mendukung percepatan digitalisasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia menambahkan, terpilihnya Balikpapan sebagai tuan rumah program tersebut lantaran Kota Masa sebagai respon atas keberadaan IKN di Kalimantan Timur.

Baca juga: DPP Apindo Kaltim Ajak 125 Pelaku Usaha Melek Literasi dan Inklusi Keuangan

Baca juga: DPP Apindo Kaltim Minta Pengusaha Patuhi Permenaker Soal Pemberian THR

"Program ini penting dijalankan, karena UMKM menopang lebih dari 95 persen perekonomian nasional. Kalau ekonomi tumbuh, maka bisnis UMKM akan tambah besar," kata Shinta.

Ia mengimbuhkan, program Kota Masa Depan ini juga menggaet Usaha Mikro Kecil (UKM) dan Grab.

"Kolaborasi grab dengan dukungan Apindo dan Kemenkop UKM untuk mendorong UMKM naik kelas, karena di zaman sekarang semua harus bisa digital," jelas Shinta.

Seiring dengan program Kota Masa Depan, Apindo berupaya menciptakan lapangan usaha yang kondusif, kompetitif dan keberlanjutan melalui UMKM Merdeka.

Yakni memberikan pelatihan tentang marketing, akuntansi. Termasuk program pendampingan dan pelatihan akses pasar, sehingga bisa masuk ke pasar ekspor.

Sementara Country Managing Director of Grab Indonesia, Neneng Goenadi menerangkan keterkaitan grab dengan adanya program ini.

Bahwa grab memberikan layanan, serta pendampingan yang konsisten kepada UMKM yang membutuhkan bantuan dalam pengembangan ekosistem bisnis dan peningkatan jiwa kewirausahaan.

"Grab membantu UMKM dalam meningkatkan adaptasi penggunaan digital untuk meningkatkan peluang usaha," tutur Neneng.

"Serta mengimplementasikan kerjasama dengan mitra bisnis dan pemerintah untuk digitalisasi dan peningkatan kualitas UMKM secara berkelanjutan," tambahnya.

Mendukung program Kota Masa Depan ini, Ketua DPP Apindo Kaltim Slamet Brotosiswoyo menyebut perlu mendapat dukungan dari pemerintah Kota Balikpapan.

Baca juga: Apindo Berau Tidak Ikut Voting Kenaikan UMK Berau, Tak Setuju Kenaikan UMK 6,76 Persen

"Karena melalui kolaborasi baik pelaku usaha, kementerian dan pemerintah daerah yang bisa mengakselerasi pengembangan UMKM Balikpapan," ucapnya.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan UMKM tak lagi alergi dengan perkembangan teknologi dan informasi. Sebaliknya, UMKM mampu berkibar lebih tinggi dengan memanfaatkan pasar digital yang nirbatas. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved