Kamis, 23 April 2026

HKN Ke-59, Pj Gubernur Kaltim Tekankan Pentingnya Akselerasi Data Digital dan Transformasi Kesehatan

Peringati HKN ke-59, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menekankan pentingnya akselerasi data digital dan transformasi kesehatan.

Penulis: Iklan Tribun Kaltim | Editor: Diah Anggraeni
HO
Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik membacakan pesan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin dalam peringatan HKN yang mengangkat tema "Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju" saat upacara peringatan HKN ke-59 di lingkungan Pemprov Kaltim, Senin (13/11/2023) hari ini. 

TRIBUNKALTIM.CO – Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur digelar Senin (13/11/2023) hari ini.

Ratusan peserta upacara dari berbagai kalangan, baik lingkup pemerintahan daerah hingga sivitas akademika, memadati halaman GOR 27 September Universitas Mulawarman.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara di pagi hari itu, Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Akmal Malik membacakan pesan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin dalam peringatan HKN yang mengangkat tema "Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju" tersebut.

Tampak hadir pula dalam momen peringatan HKN ke-59 yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni.

Baca juga: Silaturahmi dengan Pj Gubernur Kaltim, Bupati Paser Sampaikan Sejumlah Program yang Jadi Fokus Utama

Baca juga: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik Ajak OPD dan Kabupaten/Kota Buat Program Dukung IKN Nusantara

Baca juga: Tindaklanjuti Arahan Presiden Jokowi, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik: Saya segera Kumpulkan OPD

Setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, ada enam pilar transformasi kesehatan sebagai haluan bersama dalam upaya pembangunan kesehatan di seluruh Indonesia.

Pertama adalah transformasi layanan primer, dari fokus mengobati menjadi kearahan pencegahan.

Kedua, transformasi layanan rujukan, dari akses layanan Kesehatan yang susah menjadi lebih mudah.

Kemudian yang ketiga yaitu transformasi sistem ketahanan Kesehatan, dari industri kesehatan yang bergantung ke luar negeri menjadi mandiri di dalam negeri dan dari sistem kesehatan yang rentan di masa wabah menjadi Tangguh.

Lanjut, pilar keempat yaitu Transformasi pembiayaan kesehatan, dari pembiayaan yang tidak efisien menjadi transparan dan efektif.

Kelima, Transformasi sumber daya manusia dibidang kesehatan, dari tenaga kesehatan yang kurang menjadi cukup dan merata.

Keenam adalah transformasi teknologi kesehatan, dari sistem informasi yang terfragmentasi menjadi terintegrasi dan dari teknologi kesehatan yang tertinggal menjadi terdepan.

Baca juga: Arahan Presiden Jokowi ke Pj Gubernur Kaltim, Bahas Kondisi Ekonomi, Karhutla hingga Netralitas ASN

Adapun transformasi kesehatan tidak dapat terwujud tanpa transformasi budaya kerja para insan kesehatan.

Diharapkan kepada seluruh tenaga kesehatan, seluruh pegawai dan pejabat pemerintah agar dapat bekerja dengan kompeten, jujur, selaras dalam mengawal dan menyukseskan transformasi Kesehatan.

Pj Gubernur Akmal Malik pun menyampaikan bahwa akselerasi digital dalam pendataan kesehatan di Bumi Etam juga penting.

Hal ini agar bisa lebih meningkatkan profesionalitas dan keahlian.

Selain sumber daya manusia, sarana dan prasarana kesehatan juga harus ditingkatkan agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Kolaborasi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, stakeholder swasta dan lainnya dapat bersama-sama melangkah maju baik untuk SDM maupun sarana prasarana kesehatan, Akselerasi data digital menjadi penting, serta seluruh pilar yang tadi disampaikan adalah haluan kita bersama untuk mewujudkan Kesehatan yang berkualitas dan menyeluruh,” jelas Akmal.

Baca juga: Dampak El Nino di Kaltim, Pj Gubernur Kaltim Ungkap Hasil Pertanian di Kukar dan PPU Menurun

Adapun Upacara Peringatan HKN ke-59 tahun di Provinsi Kalimantan Timur juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada pemerintah kabupaten/kota terbaik dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting yang diperoleh pemerintah kabupaten (pemkab) Penajam Paser Utara sebagai terbaik I, Pemkab Paser sebagai terbaik II dan Pemerintah Kota Balikpapan sebagai III.

Sementara di lingkup perangkat daerah yang mengimplemetasikan Kawasan Tanpa Rokok diperoleh RSJD Atma Husada Mahakam sebagai terbaik I, RSUD AW Syahrani Samarinda sebagai terbaik II dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur sebagai III, serta berbagai penghargaan kepada para Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan di Kalimantan Timur. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved