Kamis, 4 Juni 2026

Tahun Ini, 71 Desa di Kaltim Bakal Teraliri Listrik PLN

Tahun ini, PLN menargetkan akan mengaliri listrik ke 71 desa yang ada di Kalimantan Timur.

Tayang:
Penulis: Iklan Tribun Kaltim | Editor: Diah Anggraeni
HO
Kabid Ketenagalistrikan Dinas ESDM Kaltim Mashur Sudarsono Wira Adi. Tahun ini, PLN menargetkan akan mengaliri listrik ke 71 desa yang ada di Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO - Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai salah satu BUMN yang bergerak di bidang energi kelistrikan merupakan tulang punggung penyediaan kebutuhan listrik nasional.

Sesuai target pemerintah pusat, capaian rasio elektrifikasi di tiap daerah ditarget bisa mencapai 100 persen pada 2024.

Di Provinsi kalimantan Timur (Kaltim) sendiri, PLN mencatat, rasio desa berlistrik (RDB) sampai dengan Agustus 2023 sebesar 83,72 persen.

PLN telah melistriki 869 desa/kelurahan dari total 1.038 desa/kelurahan di 10 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur.

Masih tersisa 169 desa yang belum terlayani PLN dan saat ini dilayani oleh Non-PLN berupa PLTS komunal, LTSHE, PLTD Pemda, PLTMH, maupun swadaya masyarakat.

Baca juga: Wujudkan Kota Ramah Lingkungan, PLN Siap Penuhi Kebutuhan SPKLU di IKN

Baca juga: Green National Capacity City IKN Nusantara, PLN dan Badan Otorita IKN Nusantara Kelarkan MoU

Baca juga: Kabar Terkini Kondisi Perkantoran di Mahakam Ulu, Instalasi Listrik Selesai, Tinggal Menunggu PLN

Sementara, untuk Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Kaltim per Agustus 2023 telah mencapai 94,95 persen dengan Rasio Elektrifikasi total mencapai 99,99 persen.

"Tapi sebenernya itu kan perbedaan metode. Karena dihitungnya, jumlah rumah berlistrik dibagi seluruh rumah. Kalau di breakdown,  masih banyak yang gelap," terang Kabid Ketenagalistrikan Dinas ESDM Kaltim, Mashur Sudarsono Wira Adi yang akrab disapa Sony.

Tahun ini, PLN menarget akan mengaliri listrik ke 71 desa di Kaltim.

Total itu, cukup banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana PLN hanya menarget sekitar 25-30 desa per tahun.

Pemprov Kaltim juga rutin memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar listrik bagi warga.

Baca juga: Kolaborasi PLN dan Otorita Ibu Kota Negara Siapkan Green National Capital City di IKN Nusantara

Tahun ini, Pemprov Kaltim melalui Dinas ESDM telah membangun 42 PLTS di kawasan desa-desa terpencil yang tidak terjangkau listrik PLN.

Ditarget tahun depan, Pemprov juga akan memulai 2 ribu sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera.

"Sudah kita mulai uji coba untuk seratus sambungan tahun ini. Semoga bisa tercapai untuk 2 ribu sambungan di tahun depan," ungkap Sony.

Ia mengakui, kondisi kelistrikan di Kaltim masih cukup memprihatinkan. Meski kaya akan sumber daya alam, daerah ini masih memiliki permasalahan pada pemerataan sumber energi listrik. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltim mencatat, per September 2023 masih ada sebanyak 169 desa di Kaltim yang belum tersentuh aliran listrik dari PLN.

Sebagian desa yang belum teraliri listrik PLN itu tersebar di beberapa kabupaten. Di antaranya Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Paser, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu.

"Terutama di Kutai Barat dan Mahakam Ulu yaa, itu yang masih banyak."

Baca juga: Dampingi Kunjungan Presiden di IKN, Dirut PLN Siap Penuhi Kebutuhan Listrik dari Energi Bersih

Sebagian besar desa-desa itu berada di wilayah pedalaman dan perbatasan. Dengan akses yang masih sangat terbatas.

Sehingga, pembangunan jaringan listrik pun mengalami kesulitan.

Selama ini, desa-desa yang belum teraliri listrik PLN memperoleh sumber listrik dengan cara mandiri, seperti penggunaan genset dan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari pemerintah.

Padahal, ia menyebut, saat ini kondisi kelistrikan pada Sistem Mahakam surplus sebesar 400 Mega Watt (MW).

Sistem Mahakam mengaliri empat daerah di Kaltim. Yaitu Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, dan Bontang.

Baca juga: Persiapan Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, PLN Pasok Listrik 100 Persen Berbasis Energi Bersih

Suplai kelistrikan di Kaltim juga sangat memadai dengan adanya Sistem Borneo yang menghubungkan antar provinsi di Kalimantan.

Mulai dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kaltim, bahkan juga akan dihubungkan hingga ke wilayah Kalimantan Utara.

"Sayangnya kelebihan daya itu, tak bisa disalurkan ke daerah yang belum tersentuh listrik. Karena belum ada jaringan listrik penghubungnya. Kalaupun ada, terkadang sumber listriknya yang belum tersedia," ujar Sony menjelaskan kondisi kelistrikan di Kaltim.

Namun begitu, ia menyebut pihaknya tetap terus berusaha untuk melakukan pemerataan aliran listrik ke desa-desa. Terutama desa yang belum tersentuh aliran listrik PLN. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved