Senin, 13 April 2026

Jelang Natal dan Tahun Baru, Lonjakan Inflasi Perlu Diantisipasi

Inflasi Jawa Tengah secara year on year pada November ini berada di angka 3,16 persen, sehingga perlu diwaspadai.

Penulis: Iklan Tribun Kaltim | Editor: Budi Susilo
HO/Humas Pemprov Jateng
Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana saat Rakor Forkopimda bertema Menjaga Kondusifitas dan Pengendalian Inflasi Wilayah Jawa Tengah Menjelang Perayaan Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Selasa, 5 Desember 2023. 

TRIBUNKALTIM.CO, SEMARANG – Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana mengingatkan kepada pemerintah daerah di wilayahnya untuk mengantisipasi lonjakan inflasi menjelang natal dan tahun baru.

"Menjelang nataru ini, (harga) barang-barang biasanya naik, saya minta dijaga betul," kata Nana saat Rakor Forkopimda bertema Menjaga Kondusifitas dan Pengendalian Inflasi Wilayah Jawa Tengah Menjelang Perayaan Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Selasa, 5 Desember 2023.

Inflasi Jawa Tengah secara year on year pada November ini berada di angka 3,16 persen, sehingga perlu diwaspadai.

Oleh karena itu, ia meminta para bupati/wali kota untuk memberi perhatian serius pada kemungkinan terjadinya lonjakan inflasi.

Baca juga: Ganjar Pranowo Janji Perbaiki Pola Distribusi Bahan Bakar dan Pupuk di Kalimantan Timur

Nana menginstruksikan supaya gencar melakukan sidak di pasar-pasar.

Dengan sidak, akan diketahui kondisi pasokan sembako, keamanan pangan, dan fluktuasi harganya.

"Saya minta jangan sampai ada penimbunan-penimbunan terhadap sembilan bahan pokok," tandasnya.

Ditambahkan dia, baik BUMN maupun BUMD yang bertanggungjawab atas ketersediaan pasokan pangan juga diminta memastikan kecukupannya.

Pun dengan pasokan elpiji dan BBM dari Pertamina juga dipastikan ketersediannya.

Sebab, menurut Nana, Jawa Tengah merupakan lintasan maupun tujuan perjalanan
terbesar, dengan prediksi 14,86 juta orang atau 13,80 persen.

Bahkan, Jateng juga menjadi provinsi dengan pergerakan terbesar, yakni sekitar 14,22 juta orang atau 13,21 persen. Untuk itu, semua aspek harus disiapkan dengan baik.

“Setiap arus mudik dan balik, Jateng ini akan selalu terlewati. Maka dalam hal ini kita perlu kesiapsiagaan," kata dia.

Meskipun demikian, lanjut Nana, secara umum Jateng sudah siap menghadapi libur natal dan tahun baru.

Berbagai antisipasi juga sudah dilakukan, mulai antisipasi kerawanan kejahatan, kecukupan pangan dan energi, angkutan natal, infrastruktur jalan, hingga penyiapan keamanan di objek wisata.

Polisi Siapkan Personil

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved