Berita Malinau Terkini
Mengenal Desa Long Sule Malinau, Bila Beruntung per Minggu Bisa Raih 100 Gram Emas
Dikenal desa ini memiliki potensi sumber daya alam emas. Bila beruntung, warga yang mencari dalam rentang satu minggu bisa meraih emas
TRIBUNKALTIM.CO - Mari mengenal Desa Long Sule, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.
Dikenal desa ini memiliki potensi sumber daya alam emas. Bila beruntung, warga yang mencari dalam rentang satu minggu bisa meraih 100 gram emas.
Bagaimana kisah selengkapnya kehidupan masyarakat dan alam Desa Long Sule, Kabupaten Malinau ini?
Memulai cerita dari sini. Desa Long Sule, daerah di pedalaman Kalimantan Utara yang terisolir, tapi kaya akan emas, tak ada akses jalan darat, harga BBM capai Rp 50.000 per liter.
Baca juga: Pedagang Emas Pasar Pagi Samarinda Siap Direlokasi, Pemkot Siapkan Pengawal Keamanan
Sama halnya beberapa daerah pedalaman dan perbatasan di Kalimantan Utara (Kaltara) lainnya, Desa Long Sule dan Long Pipa di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau adalah desa yang terisolir.
Tak ada akses jalan menuju dua desa yang berada di tepi sungai dan daerah perbukitan ini.
Satu satunya sarana transportasi ke desa ini, adalah dengan menggunakan pesawat terbang.
Itu pun, tidak semua jenis pesawat terbang bisa datang ke Long Sule. Hanya pesawat yang bisa mendarat di landasan pacu tak beraspal.
Ya, lapangan terbang di Long Sule tidak memiliki landasan pacu atau runway beraspal mulus, selayaknya bandara. Yang ada, landasan pacu dengan konstruksi tanah dipadatkan.
Baca juga: Isu Diduga Beras Palsu di Malinau, Iptu Reginald Ambil Sampel Buat Cek Lab
Hanya pesawat kecil, jenis Pilatus yang bisa mendarat. Pesawat berpenumpang maksimal 6 orang.
Bersyukur tiket penumpang mendapat subsidi pemerintah, harganya sekira Rp 500.000 dari Bandara RA Besing Malinau, dengan waktu tempat 1 jam, 20 menit.
Tiba di lapangan terbang (Lapter) di Long Sule, jangan dibayangkan ada penjemputan kendaraan, apalagi taxi bandara. Tidak ada itu semua.
Dari Lapter menuju perkampungan harus berjalan kaki kurang lebih 15 menit. Dengan kultur jalan, naik turun gunung.
Udara sejuk. Tidak ada polusi, tidak ada kebisingan suara.
Disambut masyarakat yang super ramah. Begitu lah suasana di dua desa yang terbelah oleh sungai dan lembah perbukitan itu.
Baca juga: 1 Korban Tewas Tertimbun Longsor Tambang Emas Ilegal di Kaltara, Belum Dipastikan Anggota TNI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231218_Malinau-desa-Long-Sule-Kaltara.jpg)