Minggu, 19 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Soal Jebolnya Tanggul Perumahan Premiere Hills Samarinda, Warga Dengar Suara yang Buat Warga Panik

Tanggul tersebut merupakan tanggul pematangan lahan pada proyek Perumahan Bukit Mediterania Cluster Premiers Hills Jalan MT Haryono Samarinda

TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
Aleng, warga terdampak longsor di Jalan M Said Gg 6 Blok F Kecamatan Sungai Kunjang akibat jebolnya tanggul milik perusahaan Agung Podomoro Grup memandang nasib rumahnya saat ini, Jumat (29/12/2023).TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Kasus jebolnya tanggul milik perusahaan swasta kembali terjadi di Kota Samarinda.

Kali ini, tanggul tersebut merupakan tanggul pematangan lahan pada proyek Perumahan Bukit Mediterania Cluster Premiers Hills Jalan MT Haryono Samarinda.

Jebolnya tanggul ini kemudian berimbas membuat permukiman warga di Gang 6 Blok F Jalan M Said, Kecamatan Sungai Kunjang terkena limpahan tanah yang longsor.

Aleng, merupakan warga terdampak longsor tersebut memberikan kesaksiannya.

"Tadi pagi kejadiannya, tapi saya semalaman ada dengar pergerakan, baru saya langsung nelpon pihak perusahaannya, suruh datang ke sini semua," ungkapnya pada Jumat (29/12/2023) sore.

Baca juga: Tanggul Perumahan di Jalan M Said Samarinda Jebol, 60 Jiwa Terancam

Baca juga: Tanggul Tambang Jebol Jadi PR Pemkot Samarinda, Andi Harun Pertanyakan RKAB

Peristiwa ini kemudian membuat warga panik dan terpaksa harus dievakuasi. Bahkan kejadian ini disertai dengan resiko tinggi yang mengancam keselamatan sebanyak 60 jiwa. Setidaknya 4 rumah dan 2 bangsalan terkena dampak longsoran tanah

"Mau gak mau kita ngungsi. Ada satu rumah bahkan hancur tak bisa dipakai lagi," tutur Aleng.

Dirinya menjelaskan bahwa pada beberapa bulan lalu, terdapat beberapa kawasan permukiman terkena imbas banjir lumpur yang diduga berasal dari proyek perumahan milik Agung Podomoro Grup.

Tanggul proyek tersbut tak mampu menahan rembesan air, sehingga para warga juga sempat meminta pihak perusahaan untuk memperbesar parit.

"Kita kemarin minta paret di perbesar, karena masa air campur lumpur turun. Dulu sampai ke beberapa blok juga banjir lumpurnya," tambahnya lagi.

Baca juga: Viral Mobil Tabrak Rumah di Perumahan PKL Samarinda hingga Jebol, Pelaku Pilih Kabur

Hingga saat ini pun, Aleng mengaku bahwa belum ada upaya ganti rugi dari pihak perusahaan.

"Ganti rugi belum ada, bahkan saya belum pernah di undang untuk sosialisasi dan penandatanganan AMDAL, padahal saya dekat kawasan terdampak," tutupnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved