Senin, 4 Mei 2026

Berita Paser Terkini

Sukses Berbisnis Bakpia di Paser, Pasutri Ini Raup Omset Rp45 Juta Per Bulan

Bisnis kuliner bakpia menjadi pilihan pasangan suami istri Isyanto dan Nurwidayatun yang tinggal di Desa Klempang Sari, Kecamatan Kuaro, Paser

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Proses produksi Bakpia Sari Berkah 99, milik pasangan suami istri Isyanto dan Nurwidayatun yang ada di Desa Klempang Sari, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Bisnis kuliner bakpia menjadi pilihan pasangan suami istri Isyanto dan Nurwidayatun yang tinggal di Desa Klempang Sari, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Mereka memproduksi dan menjual bakpia dengan merek Bakpia Sari Berkah 99 yang sudah memiliki izin edar dan sertifikat halal.

Produk mereka ternyata cukup laris dan populer di kalangan masyarakat Paser dan sekitarnya.

Anto, panggilan akrab Isyanto, mengatakan bahwa ide berbisnis bakpia muncul ketika ia dan istrinya berlibur ke Yogyakarta pada awal tahun 2021.

"Di sana kami melihat banyak kuliner, salah satunya bakpia. Istri saya punya ide untuk membuat bakpia di Paser karena belum ada yang menjualnya di sini," kata Anto kepada Tribunkaltim.co, Selasa (2/1/2024).

Baca juga: Dukung UMKM di Paser, Pemkab Berencana Gelar Expo 3 Bulan Sekali

Baca juga: Ikut Ramaikan HUT Ke-64 Paser, Forum UMKM Mitra Kideco Berharap Expo Lebih Sering Dilaksanakan 

Anto dan istrinya pun belajar membuat bakpia secara otodidak selama tiga bulan. Setelah itu, mereka mulai memasarkan produk mereka di lingkungan sekitar dan melakukan sampling kepada konsumen di ritel modern.

"Dari situ kami dapat banyak masukan dan akhirnya kami menemukan resep yang cocok dan disukai orang," ujarnya.

Anto juga mengurus semua dokumen persyaratan untuk produknya, mulai dari PIRT, NIB, hingga BPOM.

"Produk kami ini sudah bersertifikat halal, jadi konsumen tidak perlu khawatir," tuturnya.

Dari awalnya hanya berdua, kini Anto sudah memiliki delapan karyawan yang membantunya memproduksi dan menjual bakpia.

Selain melalui offline dan online, Anto juga memasarkan produknya ke minimarket lokal.

"Permintaan cukup tinggi, tapi kami sesuaikan dengan trend pasar. Kalau sekarang belum suplai ke ritel modern, kami batasi produksi 150 sampai 200 boks per hari," jelasnya.

Anto menargetkan pasar utamanya di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU). Namun, ia juga mendapat permintaan dari luar daerah, seperti Sumatera, Sulawesi, dan Jawa Timur.

"Untuk Samarinda dan Balikpapan, Insya Allah tahun ini kami akan bawa ke beberapa reseller," imbuhnya.

Harga satu boks bakpia milik Anto adalah Rp35 ribu dengan berbagai varian rasa, seperti kacang hijau, coklat, keju, cappucino, dan durian.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved