Berita Paser Terkini
Mengenal Museum Sadurengas, Saksi Sejarah Keberadaan Kesultanan Paser
Bagi yang ingin menikmati wisata sejarah di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Museum Sadurengas bisa menjadi pilihan yang menarik.
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Bagi yang ingin menikmati wisata sejarah di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Museum Sadurengas bisa menjadi pilihan yang menarik.
Museum ini, menyimpan berbagai peninggalan berharga dari masa lalu Kesultanan Paser.
Lokasi museum ini mudah dijangkau, karena hanya berjarak sekitar 5 km atau 10 menit berkendara dari pusat kota Tanah Grogot.
Berlokasi di Jalan Keraton, Desa Pasir Belengkong, Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Minggu (14/1/2024).
Baca juga: Minta Pemkab Paser Tunaikan Janji, Lahan Depan Museum Sadurengas Dibangun Taman
Museum itu dulunya adalah rumah Sultan Paser, Aji Tenggara yang memerintah pada tahun 1844-1873.
Kemudian, rumah itu dijadikan istana kesultanan pada masa kepemimpinan Sultan Ibrahim Khaliludin.
Bangunan museum memiliki arsitektur khas Paser, yaitu berbentuk panggung atau "Kuta Imam Duyu Kina Lenja" dalam bahasa Paser yang berarti Rumah Kediaman Pemimpin yang Bertingkat.
Museum ini juga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak tahun 1999.
Ketika masuk ke museum, pengunjung diminta membayar tiket masuk yang relatif murah yaitu Rp 7.500 untuk dewasa dan pelajar Rp 5.000.
Saat memasuki museum, pengunjung akan masuk keruangan berukuran 15,4 x 13,89 meter melewati dua daun pintu utama yang cukup besar dengan ukiran-ukiran khas.
Baca juga: Pemkab Paser Gelar Pameran Benda Pusaka di Museum Sadurengas, Ajak Masyarakat Memaknai Budaya
Dalam ruangan pertama itu, tampak koleksi peninggalan-peninggalan Kesultanan Paser yang serasa memberikan sensasi kembali ke masa lampau.
Ada berbagai benda-benda terdahulu yang bisa ditemui di antaranya Al-Qur'an tua bertulis tangan, tempayan guci kuno peninggalan Dinasti Yuan, perlengkapan salat dan alat-alat rumah tangga seperti tempat sirih, sudu tinjau, geta bungau, sempowa dan pelita.
Selain itu, terdapat pula alat-alat kesenian hingga pakaian Kesultan Paser, dan meriam kuno peninggalan Portugis serta peralatan yang digunakan untuk perang seperti keris, batu mujat, mandau, tongkat kepala naga, pistol dan sumpit.
Beranjak menuju ruangan selanjutnya, pengunjung akan menaiki beberapa anak tangga dan saat menaiki anak tangga tampak dua gambar besar yakni gambar Sultan Ibrahim Khaliludin dan Ratu Dayang Waru.
Pada bagian sisi kiri, terdapat ruangan yang merupakan kamar tidur lengkap dengan ranjang dan tirai kelambu berwarna kuning.
Baca juga: PWRI Tapin Silaturahmi ke Paser, Kunjungi Siring Kandilo dan Museum Sadurengas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240114_Paser-Belengkong-Kaltim.jpg)