Rabu, 6 Mei 2026

Berita Penajam Terkini

Indra Sjafri Sebut Perlu Pelatihan Gratis untuk Tingkatkan Sepakbola di PPU

Pelatih Timnas Indonesia Indra Sjafri mengatakan bahwa perlu ada sinergi antara pemerintah daerah dengan praktisi sepak bola di Penajam Paser Utara

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
COACHING CLINIC - Pelatih Timnas Indonesia Senior Indra Sjafri saat memberikan coaching clinic ke pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) di PPU, Minggu (21/1/2024).TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pelatih Timnas Indonesia Indra Sjafri mengatakan bahwa perlu ada sinergi antara pemerintah daerah dengan praktisi sepak bola di Penajam Paser Utara (PPU).

Hal itu karena perlu dukungan dari berbagai pihak untuk menumbuhkan bakat sepak bola anak-anak di Benuo Taka.

Demikian disampaikannya dalam coaching clinic festival Grassroots, Minggu (21/1/2024).

Ia menyebut bahwa dukungan dari pemerintah yang perlu diberikan yakni terutama dari infrastruktur.

Selain itu, juga perlu memprioritaskan pelatihan sepak bola gratis untuk para pelatih, agar mendapatkan lisensi.

Baca juga: Sekjen PSSI Yunus Nusi Bawa 2 Pelatih Timnas Coaching Clinic, Harap Pemain PPU bisa Gabung Timnas

Baca juga: Update Training Center Timnas Indonesia di IKN Nusantara Kelar Juni 2024, Indra Sjafri: Ini Motivasi

Ia beranggapan bahwa, pemain yang berkualitas, mesti dihasilkan dari pelatih yang baik dan berkualitas pula.

"Baik itu lisensi D,C,B dan tidak menutup kemungkinan lisensi A," ungkapnya.

Materi coaching clinic diberikan kepada anak usia 6 hingga 12 tahun, didikan Sekolah Sepak Bola (SSB) di PPU.

Metodenya yakni pemberian workshop kemudian pertandingan.

Pada sesi ini, kata Indra Sjafri belum bisa menentukan tingkat kemampuan anak-anak di PPU.

Mereka baru sekedar diindentifikasi, apakah berbakat dibidang sepak bola, atau bidang lainnya.

Selain itu, juga untuk memberikan semangat kepada mereka, agar semakin rajin berlatih dan mengembangkan kemampuannya.

"Tidak hanya di PPU, potensi anak usia 6 sampai 12 tahun itu, kita baru mengidentifikasi belum menyimpulkan," jelasnya.

Untuk itu, kegiatan coaching clinic seperti yang dilakukan hari ini kata dia mesti dilakukan setiap bulan.

Dengan begitu, akan lebih mudah untuk mengidentifikasi bakat anak-anak.

Baca juga: Bedah Strategi Indra Sjafri Jelang Timnas Indonesia vs Uzbekistan, Andalkan Trio Egy-Sananta-Ramai

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved