Kamis, 21 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Arisan Bodong Terjadi di Balikpapan, Setiap Bulan Setor Rp 1 Juta, Ini Tips Mencegahnya

Korban mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Satu di antaranya korban bernama Indriwati, mengatakan dirinya mengalami kerugian sebesa

Tayang:
Penulis: Ata | Editor: Nur Pratama
Istockphoto via TribunStyle
ARISAN BODONG BALIKPAPAN - Salah seorang korban yang melaporkan dugaan penipuan atau penggelapan bermodus arisan online ke Mapolresta Balikpapan, Kamis (25/1/2024). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -

Sejumlah warga Balikpapan mendatangi Polresta Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk melaporkan kasus dugaan penipuan arisan bodong, Kamis (25/1/2024).

Korban mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Satu di antaranya korban bernama Indriwati, mengatakan dirinya mengalami kerugian sebesar Rp 18 juta.

Ia mengikuti arisan tersebut dengan dua nama dalam dua grup berbeda.

"Saya ikut arisan ini sejak bulan Juli 2023. Setiap bulannya saya setor uang sebesar Rp 1 juta," kata Indrawati saat ditemui TribunKaltim.co di Polresta Balikpapan.

Baca juga: Balikpapan jadi yang Pertama Menerapkan Vaksinasi Demam Berdarah Dengue di Indonesia

Ia menjelaskan, arisan tersebut awalnya berjalan lancar. Namun, pada bulan Desember 2023, arisan tersebut tiba-tiba berhenti.

"Saya sama korban lainnya datangin pemilik arisan ini untuk meminta penjelasan. Cuma dia arisan bisanya berjanji akan mengembalikan uang kami satu tahun hingga dua tahun," ujar Indrawati.

Diketahui, pemilik arisan tersebut mengelola sebanyak 20 grup arisan. Setiap grupnya terdiri dari 28 hingga 30 orang peserta.

Nominal uang yang disetorkan setiap peserta juga berbeda-beda, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.

Namun hingga berita ini dibuat TribunKaltim.co, belum diketahui mengenai jumlah pasti korban dan total kerugian.

Tanggapan Kepolisian

Ditemui pada kesempatan yang sama, Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto, mengatakan pihaknya akan segera menyelidiki kasus ini.

Ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam mengikuti arisan.

Dia tegaskan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan modus arisan atau sejenisnya yang mengiming-imingi keuntungan besar dengan waktu yang cepat.

"Dipelajari dulu dan di kroscek dulu," ujar Anton Firmanto. (*) TribunKaltim.co Mohammad Zein Rahmatullah

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved