Breaking News

Berita Bontang Terkini

Jalan Cipto Mangunkusumo Alami Penurunan, DPRD Bontang Soroti Lambatnya Perbaikan

Jalan Cipto Mangunkusumo mengalami penurunan, DPRD Bontang soroti lambatnya perbaikan.

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Muhammad Ridwan
Titik ruas Jalan Cipto Mangunkusumo, Bontang Utara, yang mengalami penurunan tanah. Pengendara diimbau untuk ekstra lebih hati-hati saat melintasi jalan tersebut.  

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Salah satu ruas jalan Cipto Mangunkusumo, Bontang Utara, mengalami penurunan.

Pengendara pun diimbau untuk berhati-hati agar tidak celaka saat melewati jalan yang mengalami penurunan tersebut.

Dari pantauan TribunKaltim.co, lokasi penurunan jalan berada tidak jauh dari Gereja Katolik Paroki Santo Yosef.

Di sana tampak jejeran papan peringatan yang sengaja dipasang sebagai tanda agar pengendara yang melintas memelankan laju kendaraannya.

Penurunan badan jalan itu terpantau terjadi sejak akhir tahun lalu, namun hingga kini tak kunjung ada perbaikan.

Baca juga: Pemkot Bontang Dapat Benkeu Kaltim Rp 20 Miliar untuk Bangun Turap di Api-Api

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, Anwar Nurdin mengatakan, pihaknya masih merumuskan formula apa yang akan diterapkan, dalam perbaikan jalan tersebut.

Pasalnya, perbaikan ruas jalan itu sudah dilakukan berulang kali, namun kembali terjadi penurunan.

"Kami belum bisa memastikan kapan bisa dikerjakan, tapi kami sudah turun melihat permasalahannya dan segera diputuskan tindak lanjutnya seperti apa," bebernya, Jumat (26/1/2024).

Menurut Anwar, ada dua opsi yang bisa upayakan dalam perbaikan.

Pertama dengan skema kerja dengan penunjukan langsung (PL), kedua dengan lelang.

"Teknisnya masih dibahas, kalau mau cepat PL," ungkapnya.

Baca juga: Polres Bontang Dirikan Pos Penolong, Fasilitas Layanan Masyarakat di Pelabuhan Lok Tuan

Dikritik DPRD Bontang

Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris menyoroti lambatnya sikap pemerintah menanggapi persoalan tersebut.

Menurutnya, kendala terbesar pemerintah untuk memperbaiki ruas jalan ini adalah anggaran.

"Pemerintah sebenarnya tidak siap, tidak ada anggaran darurat yang bisa dislotkan ketika ada kondisi seperti ini, makanya menunggu lagi perubahan atau sekalian tahun depan," kata Agus Haris.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved