Senin, 27 April 2026

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Sempat Terkendala Material dan Mobilisasi, Pembangunan Perkantoran Pemkab Mahulu Tidak Mudah

GEDUNG perkantoran baru Pemkab Mahulu diresmikan, Jumat (26/1/2024) kemarin. Wakil Bupati, Yohanes Avun mengatakan butuh perjuangan panjang.

Editor: Mathias Masan Ola
DOK HUMAS KAB MAHULU
RAMPUNG - Bupati dan Wabup Mahulu, Uskup Agung Samarinda dan sejumlah pejabat pemkab Mahulu saat berada di kantor baru. Meski sempat terkendala mobilisasi material dalam pembangunannya, komplek perkantoran Pemkab Mahulu akhirnya rampung dan siap untuk digunakan melayani masyarakat. 

GEDUNG perkantoran baru Pemkab Mahulu diresmikan, Jumat (26/1/2024) kemarin. Wakil Bupati, Yohanes Avun mengatakan butuh perjuangan panjang.

Banyak rintangan yang harus dilalui oleh Pemkab Mahulu. Pasalnya, selama 10 tahun berdiri ini adalah perkantoran terbaik yang pernah dibangun oleh kabupaten termuda di Kaltim ini.

“Butuh perjuangan terutama lahan, ini kan lahan hutan, akses jalan juga belum ada. Ya buka jalan dulu,” katanya saat diwawancarai di kantor baru.

Baca juga: Usai Peresmian Perkantoran Baru, Kini Bupati Mahulu Akan Bangun Mal Pelayanan Publik Tahun Ini

Perjuangan panjang yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu, mulai dari pembukaan lahan.

Membuka lahan perkantoran di Mahulu adalah sebuah masalah tersendiri karena menurut Wabup Mahulu ini tidak mudah untuk melakukannya.

Kontur alam yang dimiliki Mahulu menjadi salah satu rintangan tersendiri dalam proses pembukaan lahan.

Pasalnya, di beberapa titik lahan ada yang terdiri dari bebatuan. “Untuk membuka lahan menuju ke sini itu sudah membuang anggaran miliaran rupiah,” tuturnya.

Tak hanya itu, untuk pembangunan ini juga membutuhkan anggaran yang cukup besar. Serta memakan waktu yang cukup lama untuk pengerjaannya.

Baca juga: Akmal Malik Ajak Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh Bangun Bandara Mahakam Ulu

“Lumayan lama karena sambil mencukupi keuangannya,” ujarnya.

Wabup menekankan bahwa membangun di Mahulu bukan sebuah hal yang mudah. Utamanya material yang sangat terbatas, dan cukup sulit untuk didatangkan karena terkendala mobilitas.

“Kalau airnya sedang normal itu mudah, sekalipun akses susah ada juga material yang kita ambil dari sungai seperti pasir dan batu,” jelasnya. (Advertorial/tar)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved