Tribun Kaltim Hari Ini
Walikota Samarinda Andi Harun Berkomitmen Membantu WBP yang Ingin Melanjutkan Pendidikan S1
Wali Kota Andi Harun menyatakan komitmennya untuk membantu WBP yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1.
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara, tak terkecuali bagi mereka yang tengah menjalani hukuman di dalam lembaga pemasyarakatan.
Kesempatan untuk belajar dan meningkatkan diri merupakan kunci bagi para warga binaan untuk kembali ke masyarakat dan hidup sejahtera.
Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 7 Ayat 3 UU Nomor 22 Tahun 2022, disebutkan bahwa tahanan memiliki hak mendapatkan pendidikan, pengajaran, dan kegiatan rekreasional serta kesempatan mengembangkan potensi dirinya.
Dalam konteks ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memberikan secercah harapan bagi para warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Samarinda. WaliKota Andi Harun menyatakan komitmennya untuk membantu WBP yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1.
Baca juga: Usai Rapat Internal, TKD Samarinda Klaim Survei Pilpres 2024 Prabowo-Gibran Unggul di Kaltim
Hal ini disampaikan Andi Harun usai melakukan kunjungan ke Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda pada Rabu (7/2). "Kami berkomitmen untuk membantu para warga binaan yang yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan S1," ujarnya.
Sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Lapas Narkotika dalam hal pemenuhan pendidikan, Andi Harun menjelaskan bahwa Pemkot juga telah melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi termasuk Universitas Widya Gama, UINSI, dan beberapa perguruan tinggi lainnya.
Sehingga, orang nomor satu di Samarinda ini bersedia untuk memfasilitasi program S1 bagi WBP. Biaya pendidikan akan ditanggung oleh Pemkot Samarinda. "Setidaknya 41 warga binaan yang akan melanjutkan pendidikan S1.
Kendalanya adalah biaya. Saya atas nama pemerintah menyanggupi tadi untuk membantu pembiayaan bagi warga binaan yang akan melanjutkan S1," ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya menaruh empati terhadap WBP yang memiliki kesadaran untuk melanjutkan pendidikan, baik secara personal maupun spiritual. Kesadaran ini menunjukkan keinginan mereka untuk memperbaiki masa depan dan bangkit dari kesalahan di masa lalu.
"Seperti yang saya katakan hampir tidak ada orang yang tidak pernah tersandera dari perbuatan khilaf salah dan dosa. Tetapi orang yang sesungguhnya hebat dan luar biasa itu adalah orang yang bisa bangkit dari kesalahan, di masa lalu lalu kemudian punya komitmen terhadap dirinya untuk melakukan perbaikan," jelas Andi Harun.
Kendati demikian, ini berharap agar upaya ini menjadi instrumen pembinaan yang dapat membantu mereka mempersiapkan diri kembali hadir di tengah-tengah masyarakat. “Instrumen pembinaan di bagi warga binaan di Lapas menjadi Trigger untuk menyiapkan diri bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat, bahkan berkontribusi melalui keterampilan yang mereka dapatkan,” pungkas Andi Harun.
Sementara itu, Memasuki tahun terakhir sebagai pemimpin di Kota Samarinda, Wali Kota Andi Harun tak henti berupaya memenuhi kebutuhan sarana prasarana (sarpras) bagi pelaku industri dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kota Samarinda untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Bahkan, upaya ini juga akan mulai diterapkan di dalam Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda. Dalam konteks ini, Andi Harun menyoroti pentingnya sarpras bagi produk yang dihasilkan oleh warga binaan di Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda.
Hal ini mencerminkan komitmennya dalam memberikan kesempatan kedua bagi para warga binaan untuk memperbaiki diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat meski sedang menjalani hukuman.
Meskipun Lapas berada di bawah institusi yang berbeda, namun orang nomor satu di Samarinda ini menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarinstansi pemerintah dalam upaya pembinaan warga binaan.
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
| Pedagang di Kaltim Terhimpit Harga Plastik, Lonjakan Harga Bahan Kemasan Menekan Laba |
|
|---|
| Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240208_Andi-Harun-Bantu-WBP-Samarinda.jpg)