Berita Balikpapan Terkini
DP3 Balikpapan Gencarkan Gerakan Pangan Murah, Digelar Tiga Kali dalam Seminggu
DP3 Balikpapan menggencarkan Gerakan Pangan Murah di mana kegiatan ini digelar sebanyak tiga kali dalam seminggu.
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Program Gerakan Pangan Murah rutin digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.
Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kota Minyak ini.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan, Sri Wahjuningsih mengatakan, Gerakan Pangan Murah dilaksanakan hingga tiga kali dalam seminggu.
Program tersebut akan berlangsung di tiga lokasi, yakni halaman Kantor DP3 Balikpapan pada hari Selasa.
Kemudian, Sabtu di kawasan Taman Tiga Generasi dan Minggu di Taman Bekapai.
Kegiatan itu bekerja sama dengan Disporapar Balikpapan.
Baca juga: Antisipasi Kasus PMK, DP3 Balikpapan Hanya Terima Sapi dari Bali dan NTT
Selain itu, ada pula Gerakan Pangan Murah yang digelar dalam skala besar.
Kegiatan itu diselenggarakan empat kali dalam setahun, yakni menjelang Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan Tahun baru (Nataru).
Ada pula arahan dari pemerintah pusat bersamaan dengan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang biasanya didanai oleh pusat.
"Jadi itu bagian daripada upaya kami (untuk mengatasi kebutuhan pangan)," kata Yuyun, sapaan akrab Sri Wahjuningsih, Senin (12/2/2024).
Ditambahkan bahwa dalam Gerakan Pangan Murah ini, DP3 juga kerap berkolaborasi dengan para petani dan badan urusan logistik (Bulog) Kalimtara.
Bulog berkontribusi dengan menjual beras stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) alias beras medium dengan kualitas premium.
"Masyarakat biasanya sampai rela menunggu stok beras dari Bulog setiap gerakan pangan murah. Karena memang kualitasnya premiun dan harganya terjangkau," ucap Yuyun.
Baca juga: Jelang Idul Adha, DP3 Balikpapan Akan Pasang Stiker Hewan Kurban yang Dinyatakan Sehat
Dalam sisi produksi untuk stabilisasi pangan, lanjutnya, petani dan nelayan di Balikpapan tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut lantaran Balikpapan merupakan kota jasa.
"Tetapi kita bekerja sama dengan Disdag (Dinas perdagangan) untuk mensuplai kebutuhan-kebutuhan masyarakat, melalui peran distributor," imbuhnya.
Mendukung suplai tersebut, walikota Balikpapan juga menggaet daerah tetangga seperti Sulawesi dan Jawa guna penyediaan dalam hal kebutuhan komoditas bahan pokok. (*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240212_Kepala-DP3-Balikpapan-Sri-Wahjuningsih.jpg)