Kamis, 30 April 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Kenali Gejala Vertigo Mulai dari Migrain hingga Cairan Berlebih di Dalam Telinga

vertigo merupakan gejala dari gangguan kesehatan tertentu yang dapat terjadi pada telinga dan otak. Terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab umum

Tayang:
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Mathias Masan Ola
uppercervicalhawaii.com
Ilustrasi. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pukulan ke kepala hingga infeksi ternyata dapat memicu vertigo. Hal ini disampaikan Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, dr Fajar Rudy Qimindra, Sp.N FIN CIPS FIPP.

Dia menjabarkan, vertigo merupakan gejala dari gangguan kesehatan tertentu yang dapat terjadi pada telinga dan otak. Terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab umum yang memicu vertigo.

Pertama, vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV). Jenis ini merupakan penyebab paling umum dan menciptakan perasaan intens nan singkat bahwa pengidapnya berputar atau bergerak.

Baca juga: Apa Saja Penyebab Vertigo? Berikut Penjelasan Dokter Spesialis Saraf RS Pertamina Balikpapan

"Episode ini dipicu oleh perubahan cepat dalam gerakan kepala, seperti pukulan ke kepala," ujarnya, Jumat (16/2/2024).

Kedua, dipicu oleh infeksi virus pada saraf vestibular yang disebut neuritis vestibular atau labirin. Sehingga menyebabkan vertigo yang intens dan konstan.

Ketiga, disebabkan oleh penyakit Meniere. Dokter Rudy mengatakan, ketika cairan berlebihan menumpuk di telinga bagian dalam dapat memicu episode vertigo secara mendadak.

"Perlu diketahui bahwa episode tersebut dapat berlangsung selama beberapa jam," jelasnya.

Selanjutnya, vertigo juga dapat disebabkan oleh migrain. Dia mengatakan, hal ini dapat berlangsung beberapa menit hingga berjam-jam.

 

Selain itu, cedera kepala atau leher berada di posisi kelima yang menyebabkan penyakit vertigo.

Kondisi ini merupakan salah satu gejala umum akibat cedera traumatis pada kepala atau leher. Terutama jika cedera menyebabkan kerusakan pada sistem vestibular.

Terakhir, penggunaan obat-obatan juga memicu hadirnya vertigo. Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kemunculan yang bersamaan dengan gejala lain. Gejala yang muncul seperti pusing, gangguan pendengaran, dan tinnitus atau telinga berdenging.

Selain itu, menurut dokter yang juga berpraktek di Optik Ainun Balikpapan ini, vertigo sebenarnya dapat sembuh tanpa pengobatan. Sebab, otak berhasil beradaptasi dengan perubahan pada telinga bagian dalam.

Sementara, jika dibutuhkan penanganan, hal ini akan berfokus pada penyebab yang mendasarinya.
Terdapat beberapa perawatan yang umum dilakukan saat mengalami vertigo. Di antaranya, penggunaan obat yang dapat membantu meringankan gejala.

 

"Misalnya, jika vertigo adalah produk sampingan dari infeksi, dokter dapat meresepkan antibiotik, atau steroid untuk membantu mengurangi peradangan," ungkap Dokter Rudy.

Selain itu, rehabilitasi vestibular berupa terapi fisik juga dapat dilakukan jika disebabkan dari masalah telinga bagian dalam untuk membantu mengurangi gejala.

"Rehabilitasi vestibular dapat membantu memperkuat indra yang lain sehingga dapat mengimbangi kemunculan episode," jelasnya.

Selanjutnya, vertigo juga dapat ditangani dengan Canalith Repositioning Procedure (CRP). Dokter Rudy mengatakan, jika seseorang memiliki BPPV, manuver reposisi canalith dapat dilakukan. Perawatan ini bertujuan untuk membantu memindahkan endapan kalsium ke ruang telinga bagian dalam.

Saat masalah vertigo disebabkan oleh masalah mendasar yang serius, seperti tumor otak atau cedera leher, pembedahan mungkin diperlukan. (ardiana kinan)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved