Tribun Kaltim Hari Ini
Dishub Samarinda Menganggarkan Rp 41 Miliar Perbaiki Kabel dan Bangun Lampu Penerangan Jalan
Dishub akan segera melakukan perbaikan di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan akibat pencurian itu.
Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Terungkapnya pencurian kabel Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sejumlah kawasan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda cukup berang.
Pasalnya mereka tengah berupaya agar seluruh ruas jalan Kota Samarinda dilengkapi fasilitas LPJU. Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan aksi pencurian ini tidak hanya menyebabkan kerugian negara, tapi juga masyarakat Kota Samarinda yang mendambakan keamanan dan keselamatan berkendara di malam hari dengan adanya LPJU.
Baca juga: Komplotan Curi Kabel Lampu Jalan di Samarinda Nyamar jadi Petugas PLN, Kerugian Rp 60 Juta
"Padahal kami berjuang agar semua wilayah bisa memiliki LPJU. Kasihan kalau ada yang kecelakaan karena jalan gelap," ucap Hotmarulitua Manalu saat dijumpai di Mapolresta Samarinda, usai press release Senin (26/2).
Saat ini mereka mempercayakan proses hukum terkait tindakan kriminal itu kepada pihak kepolisian. Sementara mereka akan segera melakukan perbaikan di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan akibat pencurian itu.
"Paling sering gelap itu di Jalan Pangeran Antasari, Jalan Soeprapto, Jalan S. Parman dan Simpang Lembuswana. Pas diperiksa ternyata kabelnya dicuri," ungkapnya. Untuk menghindari tindakan serupa berulang, meski mengurangi keindahan kota, namun mereka akan merencanakan menggunakan LPJU dengan kabel atas.
Pihaknya menargetkan dari 50 persen, di 2024 penerangan di Kota Samarinda bisa mencapai 70 persen. Untuk wilayah yang belum terjangkau seperti Kecamatan Palaran direncanakan akan dialokasikan pada anggaran 2025.
"Anggaran yang dialokasikan di 2024 adalah Rp 41 miliar. Itu fokus perbaikan dan bangun LPJU baru," pungkasnya.(ave)
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
| Pedagang di Kaltim Terhimpit Harga Plastik, Lonjakan Harga Bahan Kemasan Menekan Laba |
|
|---|
| Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/KOMPLOTAN-PENCURI-KABEL-LPJU-SAMARINDA.jpg)