Sejarah
Sejarah 28 Februari: Hari Gizi Nasional Indonesia, Cek Cara Mencegah Stunting dengan Makanan Bergizi
Simak informasi dan penjelasan terkait Sejarah 28 Februari Hari Gizi Nasional Indonesia, cek cara mencegah stunting dengan makanan bergizi.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Dzakkyah Putri
TRIBUNKALTIM.CO - Simak informasi dan penjelasan terkait Sejarah 28 Februari Hari Gizi Nasional Indonesia, cek cara mencegah stunting dengan makanan bergizi.
Tanggal 28 Februari di Indonesia diperingati sebagai Hari Gizi Nasional yang memiliki konsep serupa dengan Hari Gizi Nasional yang dirayakan setiap 25 Januari.
Perlu dicatat bahwa Hari Gizi Nasional resmi yang diakui oleh Kementerian Kesehatan jatuh pada tanggal 25 Januari.
Tujuan dari peringatan Hari Gizi Nasional Indonesia adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya aspek gizi dalam memastikan kelangsungan hidup yang sehat dan berkualitas.

Hari Gizi Nasional bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi sebagai komponen vital yang sering terabaikan.
Banyak orang umumnya hanya terfokus pada konsumsi nasi dalam pola makan mereka, namun disadari bahwa hal tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gizi sesuai dengan konsep 4 sehat 5 sempurna.
Baca juga: Menu Diet Tiongkok, Tips Ampuh Selama 5 Hari agar Tidak Bosan dan Menurunkan Berat Badan
Pola makan yang seimbang, seperti yang dijelaskan dalam konsep 4 sehat 5 sempurna melibatkan berbagai jenis makanan, termasuk nasi, lauk-pauk, sayur, buah, dan susu.
Melalui peringatan Hari Gizi Nasional, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan menerapkan pola makan yang sehat serta menyadari kebutuhan gizi yang beragam untuk mendukung kesehatan dan kualitas hidup yang optimal.
Pentingnya kesadaran ini terletak pada fakta bahwa kurangnya gizi atau pola makan yang tidak seimbang dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan.
Oleh karena itu, peringatan Hari Gizi Nasional Indonesia bertujuan untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat agar mereka dapat mengadopsi gaya hidup yang mendukung kesehatan melalui pola makan yang seimbang dan memadai.
Dampak dari kurangnya kesadaran akan gizi adalah tingginya kasus gagal gizi atau stunting pada balita.
Data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan adanya penurunan antara tahun 2021 dan 2022.
Baca juga: 15 Tips Agar Kuat Puasa Menyambut Ramadhan 2024
Pada tahun 2021, prevalensi stunting mencapai 24,4 persen, kemudian mengalami penurunan menjadi 21,6 persen pada tahun 2022.
Meskipun terjadi penurunan, angka tersebut masih di atas standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyarankan agar prevalensi stunting tidak melebihi 20 persen.
Hal ini menandakan bahwa masih perlu upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kondisi gizi anak-anak di Indonesia.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.